Seribuan Pengemis Masih Padati Petak Sembilan

Kompas.com - 13/02/2010, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar seribu pengemis masih berkumpul di pelataran Wihara Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Mereka terus menunggu uang sedekah atau angpau pemberian umat Konghucu yang beribadah menyambut malam pergantian tahun baru Cina atau Imlek. 

A. Syaiful, salah satu petugas keamanan Wihara mengatakan, para pengemis telah berkumpul sejak pukul 06.00 pagi tadi dan jumlah mereka terus meningkat hingga saat ini. Untuk hari ini, pengelola Wihara telah membagikan tiga kali angpau pemberian umat kepada para pengemis. 

Pemberian pertama, kata dia, diberikan pada pukul 9.00 pagi kepada 250 orang, kedua pada pukul 18.00 kepada 500 orang, dan pembagian terakhir pukul 20.00 kepada 800 orang. "Setiap pembagian masing-masing orang dikasih seribu doang," ucap dia ketika ditemui Kompas.com di lingkungan Wihara, Sabtu (13/2/2010). 

Sebelumnya, lanjut Syaiful, pengelola Wihara mengumpulkan terlebih dulu angpau pemberian umat. "Setelah kira-kira cukup, baru dibagikan ke para pengemis. Terus dikumpulin lagi angpaunya. Udah cukup dibagiin lagi. Begitu aja terus. Mereka udah dapat masih nunggu lagi," ujarnya. 

Menurut dia, jumlah pengemis yang datang tahun ini jauh berkurang jauh dibanding tahun lalu. "Tahun lalu sesak. Ada yang datang dari Indramayu, Cirebon, Tanggerang. Pada ajak keluarga, tetangga. Mungkin kapok dapat sedikit terus nggak datang lagi," cerita dia. 

Pantauan Kompas.com, para pengemis yang menunggu mayoritas ibu-ibu. Tidak sedikit diantara mereka yang membawa serta anak dan balita. Mereka duduk di halaman yang diberi pembatas tali tambang mengitari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau