GAZA, KOMPAS.com - Kepolisian Hamas polisi kemarin menangkap seorang wartawan Inggris di Jalur Gaza. Mereka menuduh wartaan itu telah melanggar keamanan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Ehab Al Ghsain mengidentifikasi tahanan yang juga koresponden lepas itu sebagai Paul Martin. "Kami telah mendapat pengakuan bahwa jurnalis Inggris itu mengakui melanggar hukum Palestina, dan merugikan keamanan negara," kata Ghsain, tanpa memberikan rincian tentang apa dan dalam keadaan apa.
Asosiasi Wartawan Asing di Jerusalem mengkonfirmasi bahwa seorang wartawan telah mengunjungi daerah pada tugas selama beberapa tahun. Pencarian Internet menemukan bahwa nama yang dimaksud adalah wartawan untuk The Mirror, The Times harian, serta situs BBC News.
Konsulat Inggris di Jerusalem, belum bersedia memberi komentar. Hamas, dihindari oleh Barat karena menolak untuk hidup berdampingan dengan Israel, telah berkuasa di Gaza sejak mengalahkan saingan mereka dari Faksi Fatah di mana Presiden Palestina Mahmoud Abbas terpilih namun tidak diakui.
Kelompok hak asasi manusia telah mengecam Hamas dan Abbas karena menahan wartawan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang