Teman-teman Obama Sesalkan Penolakan Patung Obama

Kompas.com - 15/02/2010, 09:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penolakan sejumlah pihak terhadap keberadaan patung Barack Obama di Taman Menteng berujung pada pemindahan patung berjuluk Barry's Dream ini.

Pada Jumat (12/2/2010) malam, pihak pemrakarsa patung dari yayasan Friends of Obama, Ikatan Alumni SD Besuki (Iluski), Pemprov DKI, dan Kedubes AS akhirnya membongkar patung Obama dan menyimpannya sementara di SDN Besuki 01 Menteng.

Ketua Umum Iluski Hiramsyah S Thaib menyesalkan polemik dan penolakan terhadap patung Obama. Pihaknya beserta jajaran lainnya akhirnya harus bersepakat untuk memindahkan patung Obama demi menghindari polemik berkepanjangan.

Dia menilai, tujuan pendirian patung Obama kecil ini sebenarnya sangat positif sehingga sangat memprihatinkan jika pada akhirnya malah timbul penolakan. "Kami sangat menyesalkan polemik yang terjadi karena niatnya ini, kan, sebenarnya positif, ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat," kata Hiramsyah kepada Kompas.com, Senin (15/2/2010).

Untuk sementara, kata Hiramsyah, patung Obama itu disimpan di SD Besuki. Dia bersama pihak lainnya masih akan membicarakan kelanjutan dari penempatan patung Obama ini. Hiramsyah berharap patung ini dapat ditempatkan di SD Besuki.

"Mungkin lebih baik di SD Besuki saja karena ini bisa bermanfaat bagi anak-anak di sekolah. Harapannya, bisa menginspirasi mereka untuk bisa menjadi sosok pemimpin seperti Obama," kata Hiramsyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau