Wah, ToniJack's Didepak Plaza Arion

Kompas.com - 15/02/2010, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kisruh hengkangnya beberapa gerai ToniJack's mulai terkuak. Gerai makanan cepat saji berlambang bajak laut tersebut rupanya memang terdepak dari Plaza Arion, Jakarta Timur. Sebelumnya, pengelola ToniJack's beralasan, penutupan gerai tersebut karena adanya kerusakan pada mesin produksi serta lokasi yang terlalu berdekatan dengan gerai ToniJack's di Kelapa Gading.

Hamzah Fansuri, pengacara PT Ramako Gerbangmas (PT RG) milik Bambang Rachmadi, menyatakan, pengelola Arion memang sengaja mengusir ToniJack's dari tempat itu. Akibatnya, RG yang semula mengelola bisnis dan 13 bekas gerai McDonald's milik Bambang terpaksa menerima kembali pengembalian semua properti gerai ToniJack's di Arion, yang awalnya telah dijual kepada PT ToniJack's.

"Terhitung sejak 9 Februari kemarin, ToniJack's telah menyerahkan kembali aset-asetnya atas gerai yang berada di Arion kepada RG karena tak lagi bisa beroperasi di sana," kata Hamzah.

Hamzah membeberkan, hubungan sewa-menyewa pada awalnya terjadi antara manajemen Arion dan Bambang Rachmadi lewat RG pada 1994, yang kala itu membuka gerai McDonald's. Perjanjian sewa tersebut berlaku 20 tahun dan bakal berakhir pada 2014.

Namun, hak waralaba Bambang keburu dicabut oleh McDonald's Corporation pertengahan 2009. Bambang pun mengalihkan seluruh properti bekas gerai McD-nya kepada Didit Permana, yang kemudian membuka gerai ToniJack's di 13 lokasi bekas McD, termasuk yang berada di Plaza Arion.

Seorang sumber menyebutkan, ToniJack's dikenai biaya sewa dua hingga tiga kali lipat lebih mahal ketimbang saat masih disewa McD. "McD memang selalu mendapat harga jauh di bawah harga pasar karena dianggap sebagai tenant yang mampu menarik pengunjung," terangnya.

Pada 30 Desember 2009, Arion mengirim surat kepada ToniJack's agar mengosongkan gerainya dan harus tutup paling lambat 2 Januari dan mengemasi perlengkapannya sebelum 2 Februari 2010. "Itu memang permintaan tenant lain di plaza kami," kilah Finance Manager PT Arion Paramitha Holding Company Ridhawijah.

Penutupan itu dipicu oleh pengunjung ToniJack's yang menurun dibandingkan dengan saat masih bernama McD. "Kami berhak untuk mengisi dengan tenant lain yang berpotensi untuk menarik pengunjung ke plaza. Toh, peminatnya banyak," imbuh Ridhawijah.

Hamzah akan menyiapkan langkah untuk menindaklanjuti pengusiran tersebut. "Kami dirugikan karena properti gerai yang sudah terjual harus kami ambil kembali," tandasnya. (Nadia Citra Surya/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau