JAKARTA, KOMPAS.com — Para ATPM yang bermain di kategori multi purpose vehicle premium atau MPV premium yakin bahwa penjualan tahun ini naik. Kenaikannya tidak kepalang tanggung, nyaris tiga kali lipat atau 161 persen. Jadi, kalau 2009 adalah 544 unit, maka pada Tahun Macan ini total market MPV premium bisa mencapai 1.420 unit.
Menurut analisis Chief Operating Officer (COO) PT Astra International Tbk-Auto2000 Jodjana Djody, beberapa faktor eksternal bisa mendorong terjadinya lonjakan penjualan. Di antaranya, rencana kenaikan batas atas pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari 75 persen menjadi 200 persen yang bisa memicu kenaikan harga.
"Mayoritas MPV premium masih CBU (impor) sehingga komponen pajak berpengaruh besar terhadap harga. Jadi, kalau terjadi lonjakan penjualan tahun ini, hal itu menjadi aksi spekulasi konsumen karena faktor kenaikan pajak," ujar Jody kepada Kompas.com, Senin (15/2/2010).
Secara terpisah, Wakil Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia atau HMI, Erwin Djajadiputra, menegaskan bahwa secara umum total MPV di semua level akan menguat 3,5 persen atau 232.870 unit dari periode yang sama tahun lalu, 224.733 unit. Lonjakan terbesar akan berasal dari segmen premium (161 persen) disusul level medium dan low masing-masing 5,3 persen. Adapun kelas high sebesar 0,5 persen. Namun, dari pangsa pasar, low MPV (Avanza, Xenia, Gran Max, dan APV) menyedot porsi terbesar dengan persentase melebihi 85 persen.
Perihal kenaikan MPV premium, Erwin melihat dari sudut pandang lain. "Tahun ini akan banyak produk baru yang bermunculan. Penjualan pasti akan melonjak signifikan, meski dari jumlah unit tak seberapa besar," papar Erwin di Jakarta, akhir pekan lalu.
Hingga kini, Erwin mengatakan bahwa pasar MPV premium masih dinikmati oleh importir umum yang memasok produk CBU dari negara prinsipal. Praktis, baru ada Hyundai H1 dan Toyota Alphard yang resmi diboyong masuk melalui ATPM masing-masing.
Selain Hyundai H1 dan Toyota Alphard, masih ada Nissan Serena yang kini pasarnya sedang menanjak. Memang, ketiga MPV ini tergolong paling mewah di merek masing-masing—dari soal harga dan bentuk yang berbeda—yang dipasarkan di Indonesia. Meski Nissan masih punya Elgrand, produk itu hanya dijual oleh importir umum.
"(Nissan) Serena kami perkirakan akan mengalami lonjakan penjualan tahun ini, dari 2.116 unit tahun lalu menjadi 2.500 unit tahun ini. Biar bagaimanapun, MPV masih menjadi primadona pada pasar otomotif nasional Indonesia," ujar Takayuki Kimura, Presiden Direktur NMI.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa pasar MPV terhadap total pasar pada 2009 tercatat sebesar 62,3 persen. Di posisi kedua, segmen hatchback atau city car merebut 10,44 persen, sport utility vehicle (SUV) sebesar 16,64 persen, dan di buritan adalah sedan dengan raihan 5 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang