JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Takayuki Kimura mengaku iri dengan Toyota Indonesia. Pasalnya, prinsipal Toyota di Jepang mengizinkan produsennya memboyong MPV premium andalan mereka, Alphard, sementara Nissan belum memperbolehkan pemasaran Elgrand. Demikian pengakuan Kimura kepada Kompas.com pada akhir pekan lalu.
Menurut Kimura, kesempatan memboyong produk di segmen MPV premium ini tertutup karena terpentok pada peraturan. Prinsipal menegaskan, Elgrand merupakan model eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi pasar domestik Jepang. "Negosiasi sangat sulit dilakukan. Sudah ada peraturan pastinya. Lagi pula, kalau boleh masuk ke Indonesia, maka penjualan harus memenuhi skala ekonomis tertentu, sementara segmen ini jumlah unitnya masih terbatas," paparnya.
Di kategori MPV premium terdapat beberapa produk yang saling memperebutkan jatah kue. Produk-produk itu antara lain Toyota Alphard, Previa, VW Transporter, Nissan Elgrand, Hyundai H-1, Honda Elysion, dan Mercedes-Benz Fino. Hampir semua model di atas diimpor langsung secara utuh (CBU) oleh importir umum.
Direktur Penjualan dan Pemasaran NMI Teddy Irawan menambahkan, prinsipal pada dasarnya tak memproduksi Elgrand versi ekspor di luar Jepang. Semua produk yang diboyong importir umum ke Indonesia masih menggunakan bahasa Jepang sehingga menyulitkan dalam pengoperasian.
"Tahun lalu, ATPM hanya berhasil memboyong satu Elgrand ke Indonesia karena permintaan khusus salah seorang VIP di Indonesia. Ke depannya, tak akan ada lagi (Elgrand) masuk dari NMI karena tak ada produk ekspor," ungkap Teddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang