JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P Emir Moeis membantah dugaan keterlibatannya sebagai penerima aliran dana dari Bank Century pasca-bail out. Ketua Komisi XI DPR ini membenarkan bahwa dirinya adalah nasabah Bank Century sejak 2004, namun dia mengaku tak sekalipun melakukan aktivitas perbankan pada masa bail out.
"Sejak 2004 saya jadi nasabah baik untuk rekening rupiah dan valuta asing. Semua berlangsung biasa-biasa. Sejak Bank Century di-bail out saya sudah tutup transaksi. Dan tak pernah menerima satu senpun dari Bank Century," tuturnya dalam keterangan pers di ruang fraksi lantai 7 Gedung Nusantara I DPR RI, Senin (15/2/2010).
"Saat bail out itu saya enggak ada kegiatan lagi, karena enggak ada kebutuhan. Waktu itu saya enggak ambil ya alhamdulilah. Lagipula saldonya tadi tinggal sedikit," lanjutnya.
Emir mengatakan pada saat menjadi nasabah, dirinya tak mengetahui kalau Bank Century itu bermasalah. Dia baru tahu Century bermasalah sejak kasusnya mencuat di media massa. Kalaupun ada pengambilan uang dalam hitungan miliar, Emir mengatakan itu berlangsung di awal 2008 dan bukan pada periode bail out.
Terkait pemberitaan sejumlah media massa yang mengaitkan dirinya dengan kasus Century, tak terpikir olehnya untuk mengadukannya ke pihak berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik. "Saya lihat ini ranah politik. Jadi bicara politik. Tapi kalau saya lihat respon publik ya saya enggak perlu lapor-lapor itu," katanya.
Saat ini, Emir mengaku masih menjadi nasabah Bank Century cabang Plaza Senayan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang