Kredit Rp 1,7 Triliun untuk SPBE dan Agen Elpiji

Kompas.com - 15/02/2010, 16:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank BRI dan Bank Permata, bekerja sama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), menyalurkan kredit untuk agen tabung elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram dan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar elpiji. Total dana yang akan dikucurkan sebesar Rp 1,7 triliun.

Hal ini disampaikan Ketua Hiswana Migas, Mohamad Nur Adib, Senin (15/2/2010), usai menghadiri acara penandatanganan kerja sama Hiswana Migas dengan Bank Permata dalam penyaluran kredit tanpa agunan bagi agen elpiji 3 kg, di Kantor Pusat PT Pertamina, Jakarta .

Total alokasi dana kredit dari Bank BRI dan Bank Permata bagi agen elpiji 3 kg dan pengusaha SPBE mencapai Rp 1,7 triliun. Dengan rincian, Bank BRI menyalurkan kredit Rp 1,5 triliun bagi SPBE dan agen, sedangkan Bank Permata akan mengucurkan kredit tanpa agunan Rp 200 miliar bagi agen elpiji kemasan 3 kg.

Skema kredit untuk Bank Permata adalah, cicilan kredit Rp 13.660 per tabung setiap bulan untuk jangka waktu 1 tahun, cicilan kredit Rp 7.561 setiap tabung per bulan dalam jangka waktu 2 tahun, dan Rp 5.530 per bulan setiap tabung untuk jangka waktu 3 tahun. "Targetnya, 13 juta tabung elpiji terjual semua," ujarnya.

Direktur Retail Banking Bank Permata, Lauren Sulistiawati menyatakan, kucuran dana kredit tanpa agunan itu sebagai wujud dukungan kepada pemerintah dalam program konversi minyak tanah ke gas dalam proyek penyaluran 13 juta tabung elpiji 3 kilogram oleh PT Pertamina yang dikelola Hiswana Migas.

Fasilitas kredit itu diberikan kepada agen elpiji 3 kilogram yang ada di wilayah Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Denpasar, dan Semarang, dengan batas kredit Rp 50 juta sampai Rp 450 juta tanpa agunan. Kredit itu berjangka waktu 1-3 tahun, berbunga tetap, dengan tujuan untuk pembelian tabung elpiji 3 kg dan isinya.

Agen elpiji yang bisa menikmati fasilitas ini berstatus perorangan, CV, atau perseroan terbatas (PT), dengan lama usaha minimal 4 tahun menjalin kerja sama dengan PT Pertamina, termasuk ketika jadi agen minyak tanah atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU). Syarat lain, volume penjualan minimal Rp 900 juta per tahun atau maksimal Rp 75 miliar per tahun.

Lauren mengatakan, masih banyak agen elpiji skala usaha kecil dan menengah atau UKM yang tidak mempunyai agunan, padahal prospek usahanya bagus. Hal ini melatarbelakangi Bank Permata menyalurkan KTA bisnis. Karena itu, skema penyaluran ini dibuat sedemikian rupa sehingga debitur mempunyai akses mudah terhadap fasilitas kredit tersebut.

"Kredit ini diberikan tanpa mensyaratkan agunan, berbunga tetap, dan memiliki plafon Rp 40 juta sampai Rp 450 juta. Namun demikian, kami tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit dengan mensyaratkan bahwa debitur telah bermitra dengan Pertamina dalam jangka waktu tertentu, dan punya kemampuan untuk membayar kewajibannya," kata Lauren.

Pertamina melalui Hiswana Migas yang memiliki 1.879 agen di seluruh provinsi di Indonesia memiliki target penyaluran 13 juta tabung elpiji 3 kg Rp 1,8 triliun sebagai bagian dari program nasional konversi minyak tanah ke elpiji. "Kami ingin memberi kontribusi nyata berupa penyaluran kredit agar kapasitas agen dalam menyerap gas akan makin besar sehingga rakyat dapat memperoleh manfaat dari bisnis ini," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau