Gadis Malaysia Kawin Lari Dengan TKI

Kompas.com - 15/02/2010, 21:15 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Seorang gadis Malaysia berusia 19 tahun kabur dari rumah dan meninggalkan pesan via secarik kertas untuk kawin lari dengan seorang TKI ke Jawa Timur.

Setelah membaca pesan anak perempuannya, Jumat malam Omar Mahmud (56) melapor ke kantor polisi Taman Melawati, Selangor, anaknya Noorlaili Hafizah telah kawin lari dengan pacarnya, Sarjo, ke Jawa Timur, demikian dilaporkan harian Utusan Malaysia, Senin (15/2/2010).

Pesan Noorlaili kepada bapaknya ialah, "Abah mulai dari ini Noorlaili tidak pulang ke rumah sebab mau ikut abang Jo pergi ke Indonesia dan menikah di sana."

Selain itu pesannya berbunyi, "Abah kami mohon maaf atas perbuatan jahat ini. Kami sangat sedih abah, tapi saya suka sekali dengan Abang Jo. Dia orang baik, abah. Kalo tidak dengan cara ini, abah pasti tidak mau saya kawin dengan abang Jo, sebab abah tidak suka dengan orang Indonesia. Karena ini, kami kawin lari."

Selain membuat laporan polisi, Omar juga mengirimkan SMS kepada Siti Norlaila, kakak Noorlaili, dan memberitahukan kepergian adiknya ke Jawa Timur untuk menikah dengan pacarnya Sarjo.

Dalam keterangan kepada media Malaysia itu, Omar menjelaskan anak perempuannya telah berpacaran dengan buruh bangunan asal Jawa Timur itu enam tahun lalu saat ada pembangunan kondomonium yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka di kampung Setia Jaya, Taman Melawati.

Informasi itu didapat dari para tetangga bahwa Noorlaili telah pacaran dengan TKI bernama Sarjo.

Omar mengaku sangat sedih dengan kepergian anaknya itu karena sejak dua tahun lalu hubungannya dengan anak perempuan ini sangat dekat, karena dialah yang mengurusi ibunya yang sakit mental sejak dua tahun lalu.

Noorlaili yang selalu menjaga ibunya, memberi makan dan memandikan sejak terkena sakit mental dua tahun lalu.

Kasus gadis Malaysia dengan TKI cukup banyak, terutama para gadis yang tinggal di kampung dengan TKI yang bekerja di perkebunan kelapa sawit atau karet. Selama ini, banyak gadis Malaysia kawin lari dengan TKI asal Lombok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau