Akhirnya Persik Depak Gusnul

Kompas.com - 15/02/2010, 23:04 WIB

KEDIRI, Kompas.com - Manajemen Persik Kediri mendepak Gusnul Yakin dari kursi pelatih tim berjuluk "Macan Putih" itu. Selanjutnya, dalam rapat pengurus Persik di Kota Kediri, Jatim, Senin (15/2/10) malam, manajemen menunjuk asisten pelatih, Agus Yuwono, sebagai pelatih menggantikan posisi Gusnul.

Humas Persik, Nur Mukhyar, mengemukakan, keputusan tersebut diambil oleh manajemen berdasarkan musyawarah yang dilakukan sebelumnya. Menurutnya, manajemen sepakat untuk menggeser posisi Gusnul dari semula pelatih kepala menjadi asisten manajer bidang teknik.

Keputusan untuk menggeser Gusnul tersebut dilakukan manajemen untuk perbaikan tim juara Ligina IX/2003 dan Ligina XII/2006. Apalagi dalam putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) tahun ini persaingan akan semakin ketat.

Nur menyatakan, keputusan manajemen tersebut tidak ada kaitannya dengan kegagalan Gusnul dalam mengangkat performa tim selama tiga kali pertandingan terakhir di kandang sendiri. Sebelumnya, Persik menyerah 0-1 di tangan Arema Malang, dipermalukan Persib Bandung dengan skor 1-3, dan ditekuk 0-1 oleh Sriwijaya FC.

"Ini bagian dari penyegaran dengan harapan pelatih baru dapat mengangkat prestasi Persik," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri itu yang menambahkan, pihak manejemen Persik masih membutuhkan sentuhan Gusnul sehingga posisinya hanya digeser dari pelatih menjadi asisten manajer bidang teknik.

Sementara itu, Gusnul mengaku menerima keputusan manajemen yang mendepaknya dari kursi pelatih. Bahkan, sejak timnya kalah dari Sriwijaya FC beberapa waktu lalu, dia sudah menyatakan bersedia mundur dari jabatanya, demi kemajuan Persik.

Namun, Ketua Umum Persik, dr Samsul Ashar tak rela melepas Gusnul begitu saja. Dalam pandangan walikota Kediri itu, pada saat kompetisi sudah sampai pada separuh perjalanan ini sangat sulit mendapatkan pelatih dan pemain baru.

Menanggapi pengangkatan dirinya, Agus Yuwono mengaku akan bekerja lebih keras lagi untuk mengangkat prestasi tim. Ia akan mengubah dan mengevaluasi pola permainan yang dikembangkan Persik selama ini sehingga tim yang terdiri atas para pemain berkualitas tersebut mampu tampil lebih baik lagi dalam pertandingan berikutnya.

Menyinggung target dalam putaran kedua ini, Agus optimistis timnya bakal lolos dari jurang degradasi dan mampu membawanya ke posisi papan tengah. "Tentunya, hal ini harus disertai perbaikan pola-pola latihan," katanya.

Persik akan menghadapi laga lanjutan ISL dengan bertanding melawan tuan rumah Arema pada 18 Februari dan Persema Malang pada 21 Februari. Agus berharap, dalam dua pertandingan tandang itu, Persik lebih baik ketimbang sebelumnya, bahkan mampu meraih poin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau