Cudicini: Rooney Momok "I Rossoneri"

Kompas.com - 16/02/2010, 00:13 WIB

MILAN, KOMPAS.com - Mantan kiper AC Milan, Fabio Cudicini, menilai, penyerang Manchester United, Wayne Rooney, akan menjadi momok bagi pertahanan Milan, saat kedua kubu bertemu di leg pertama 16 besar Liga Champions, Selasa (16/2/2010). Menurutnya, untuk bisa mengalahkan MU, Milan tak punya pilihan selain melumpuhkan Rooney.

Cudicini merupakan bagian skuad Milan yang ikut menyingkirkan Manchester United saat kedua tim bertemu di semifinal Liga Champions 1968-1969. Milan kemudian sukses menjuarai Liga Champions musim itu, setelah di babak final mengalahkan Ajak Amsterdam.

Sebagai bekas kiper, Cudicini mengerti bahwa Rooney adalah penyerang terbaik di dunia saat ini. Dengan sendirinya, hal itu berarti ancaman bagi setiap tim yang menjadi lawan MU. Karenanya, ia mengimbau Alessandro Nesta dan Thiago Silva untuk tampil disiplin mengawal Rooney.

"United favorit? Saya tak akan bersumpah untuk itu. Bila Milan bermain dengan semangat yang biasa kami tampilkan di Liga Champions, kami bisa menang. Tapi, Nesta dan Thiago Silva harus memagari Rooney, karena ia adalah penyerang terbaik di dunia," ujarnya.

Selain soal bek, Cudicini juga menyarankan pelatih Milan, Leonardo, untuk memilih kiper Christian Abbiati ketimbang Dida untuk duel itu. Menurutnya, Dida sering bersikap tidak tenang dan merusak konsentrasi bek.

"Ia (Leonardo) harus menyimpan Dida dan menurunkan Christian Abbiati karena orang Brasil itu (Dida) meimbulkan kecemasan dan ia tidak mengeblok bola. Ia (Dida) adalah risiko konstan," tambahnya.

Melihat statistik Rooney, Leonardo wajib memerhatikan saran Cudicini. Sepanjang Premier League musim ini, Rooney telah tampil sebanyak 25 kali dan mencetak 21 gol dan tiga assist. Meski belum mencetak gol di Liga Champions musim ini, catatan itu menunjukkan Rooney bisa membuat gol kapan saja. Bukan tidak mungkin, jala Milan menjadi yang pertama. (SMT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau