Mengakali Hobi Makan ala Bondan Winarno

Kompas.com - 16/02/2010, 13:30 WIB

KOMPAS.com - Sebagai pakar kuliner yang kerap diundang untuk icip-icip makanan, Bondan Winarnon pasti sering menikmati makanan yang enak-enak dan "berbahaya". Artinya, makanan yang berisiko meningkatkan kadar kolesterol, gula darah, atau tekanan darah tinggi. Namun hingga sekarang, Bondan tak pernah terlihat bertambah gemuk. Ia tetap terkesan segar dan enerjik. Bagaimana cara pria yang sudah 10 tahun berkecimpung di dunia kuliner menjaga kesehatannya?

''Saya tidak pernah pantang makanan. Apa yang ada di depan mata, saya pasti makan. Kalau dipikir-pikir, ini tidak boleh, itu tidak boleh, akhirnya kita tidak jadi makan. Tapi saya punya beberapa cara smart, atau etiket dalam mengkonsumsi makanan,'' ujarnya pada Kompas Female, usai peluncuran kartu HSBC Advance di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (15/2/2010).

Begini tips makan secara smart ala Bondan:

1. Setelah makan makanan berlemak dan bersantan, minum 1 gelas campuran air jeruk nipis dan daun mint. Air jeruk nipis memiliki sifat alkaline atau zat asam yang bisa melunturkan lemak dan juga melancarkan kerja lambung yang berat akibat makanan berlemak.

2. Jika makan seafood, terutama udang, batasi maksimal 8 ekor per hari. Seafood aman dikonsumsi jika jumlahnya tidak berlebih, karena kita tidak setiap hari makan seafood. Jika sudah melampaui jumlah ini akan buruk untuk tubuh.

''Dibandingkan makan kuning telur 1 biji atau sepotong hati, akan lebih baik makan 8 buah udang. Kolesterolnya tidak sampai seperempat dari jumlah satu potong kecil hati ayam, atau setengah butir kuning telur,'' papar Bondan.

3. Harus tahu apa yang dimakan. Saat akan menyantap makanan kalengan atau makanan kemasan harus melihat label informasi gizi pada kemasannya. ''Ini yang belum dibiasakan oleh orang Indonesia. Padahal cara ini sangat baik untuk menilai banyaknya kalori yang masuk ke tubuh,'' imbuhnya.

4. Mengunyah makanan 30 - 40 kali. Hal ini juga sering diabaikan. Padahal cara ini baik untuk produksi enzim dalam pankreas kita. Enzim ini akan makin banyak diproduksi kalau makanan yang kita kunyah lebih halus. Dengan demikian kita terhindar dari rasa sebah, kembung, atau sakit perut setelah makan.

5. Makan pepaya setiap pagi. Selain memperlancar buang air setiap hari, pepaya juga bagus untuk kelembapan kulit. Kadar gula dalam buah itu juga cukup rendah. Pepaya juga buah yang tidak mengenal musim serta murah harganya.

6. Makan makanan antisoksidan. Misalnya buah sirsak ataupun buah pomegranate (delima).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau