Bunga KPR Tinggi, Daya Beli Konsumen Tetap Tinggi

Kompas.com - 16/02/2010, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KTA) diperkirakan tidak akan memengaruhi daya beli konsumen. PT Intiland Tbk menegaskan, kendati suku bunga KPR dan KTA diperkirakan tetap atau bahkan mengalami kenaikan tahun ini, minat konsumen terhadap properti tetap tinggi. 

Demikian disampaikan Theresia Rustandi selaku Corporate Secretary PT Intiland Tbk seusai jumpa pers peluncuran 1Park Residences di Kantor Marketing 1Park Residences, Jakarta, Selasa (16/2/2010). "Kalau di kami, sih, tidak berpengaruh terhadap daya beli konsumen, ya. Masih bagus, sih. Soalnya karena kami juga mainnya di kelas atas," ujarnya. 

Menurut dia, tingkat suku bunga KPR akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan kondisi itu, tambahnya, biasanya perusahaan pengembang terpaksa menyiapkaan amunisinya untuk merangsang daya beli. 

"Kalau suku bunga naik akan berpengaruh signifikan untuk yang menengah ke bawah sehingga developer harus berbuat sesuatu berusaha membantu, seperti memberikan subsidi bunga," jelasnya. Dia menilai, suku bunga KPR saat ini masih terlalu tinggi bagi konsumen dan dunia bisnis. Idealnya, menurut dia, suku bunga KPR setidaknya sekitar 1-2 persen di atas suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang saat ini berada di kisaran 6,5 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau