JAKARTA, KOMPAS.com — Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KTA) diperkirakan tidak akan memengaruhi daya beli konsumen. PT Intiland Tbk menegaskan, kendati suku bunga KPR dan KTA diperkirakan tetap atau bahkan mengalami kenaikan tahun ini, minat konsumen terhadap properti tetap tinggi.
Demikian disampaikan Theresia Rustandi selaku Corporate Secretary PT Intiland Tbk seusai jumpa pers peluncuran 1Park Residences di Kantor Marketing 1Park Residences, Jakarta, Selasa (16/2/2010). "Kalau di kami, sih, tidak berpengaruh terhadap daya beli konsumen, ya. Masih bagus, sih. Soalnya karena kami juga mainnya di kelas atas," ujarnya.
Menurut dia, tingkat suku bunga KPR akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan kondisi itu, tambahnya, biasanya perusahaan pengembang terpaksa menyiapkaan amunisinya untuk merangsang daya beli.
"Kalau suku bunga naik akan berpengaruh signifikan untuk yang menengah ke bawah sehingga developer harus berbuat sesuatu berusaha membantu, seperti memberikan subsidi bunga," jelasnya. Dia menilai, suku bunga KPR saat ini masih terlalu tinggi bagi konsumen dan dunia bisnis. Idealnya, menurut dia, suku bunga KPR setidaknya sekitar 1-2 persen di atas suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang saat ini berada di kisaran 6,5 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang