KPK Berupaya Hindari Kepentingan Politik

Kompas.com - 16/02/2010, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui Juru Bicaranya Johan Budi SP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan berusaha tetap independen dengan menghindari terjebak dalam kepentingan politik terkait pengusutan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam kasus Century.

KPK akan mengusut kasus Century secara serius, tanpa pandang bulu siapa pun yang terlibat di dalam kasus tersebut. "KPK sangat serius. Tidak terkait kepentingan mana pun. Jangan jangan dikaitkan-kaitkan dengan kepentingan politik," kata Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2).

KPK akan terus mengusut kasus Century dengan memeriksa pejabat Bank Indonesia dan Bank Century (Bank Mutiara) yang lama.

Hingga kini, KPK masih mendalami data-data yang sudah ada dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Bahkan, KPK mendapat kabar baik bahwa data tambahan dari hasil pengusutan Pansus Hak Angket Century DPR RI akan diberikan. "Terakhir, Kemarin Pansus juga akan mmeberikan data kepada penyidik. Akan ada pertemuan," ujarnya.

KPK masih melakukan koordinasi kepada Polri dan Kejaksaan Agung untuk membagi tugas tindak pidana yang bisa dikerjakan institusi msaing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau