JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI sepanjang 2009 berhasil mencatat total aset Rp 227,5 triliun atau naik 13 persen dibandingkan posisi akhir 2008 sebesar Rp 201,74 triliun.
Di sisi liabilitas, simpanan atau dana pihak ketika (DPK) BNI meningkat 16 persen dari Rp 163,16 triliun menjadi Rp 188,47 triliun dengan komposisi 55 persen dana murah (tabungan dan giro) dan 44 persen deposito.
"Sementara ekuitas juga naik 24 persen dari Rp 15,43 triliun menjadi Rp 19,14 triliun," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo pada konferensi pers paparan kinerja BNI tahun 2009 di gedung BNI Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Menurut Gatot, outstanding kredit BNI mencapai Rp 120,84 triliun atau naik 8 persen pada 2008 sebesar Rp 111,99 triliun. Dimana komposisi kredit masih didominasi kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 44 persen disusul kredit korporasi dan internasional 38 persen, kredit konsumer 15 persen, dan pembiayaan syariah 3 persen.
Dikatakan salah satu produk unggulan yakni kredit usaha kecil BNI Wirausaha naik 36 persen dari Rp 2,38 triliun di 2008 menjadi Rp 3,25 triliun di 2009. "Untuk kredit konsumer masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR) dengan produk BNI Griya 44 persen disusul kredit pemilikan kendaraan (BNI Oto) sebesar 26 persen dan kartu kredit 13 persen. Dimana KPR BNI Griya tumbuh 17 persen dari Rp 7,02 triliun menjadi Rp 8,24 triliun," kata Gatot.
Untuk bisnis internasional, Gatot mengatakan pertumbuhan didukung oleh pertumbuhan transaksi trade finance dan pengiriman uang. "Transaksi trade financing (ekspor dan impor) pada 2008 mencapai 4,47 miliar dolar AS dan meningkat 85 persen menjadi 8,28 miliar dolar AS pada 2009," tambah Gatot.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang