Pemerintah Berdalih Penyelenggara Multimedia itu ISP

Kompas.com - 16/02/2010, 18:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Siap-siap, jika Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia jadi disahkan, penyedia akses internetlah yang akan menjadi pihak yang akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap seluruh akses ke situs-situs yang dilarang.

Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Gatot S Dewosubroto mengatakan penyelenggara multimedia yang dimaksud dalam seluruh pasal RPM adalah penyedia akses internet atau Internet Service Provider (ISP). Pemerintah tak akan berhubungan langsung dengan pengguna blog atau situs.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan situs berita atau blog. Kita enggak akan ada hubungannya dengan mereka langsung. Kita langsung ke penyelenggaranya. Kita periksa mereka (ISP), misalnya ternyata di tempat mereka dikenali cukup banyak konten yang dilarang. Kami nanti akan minta kepada mereka tolong dong itu di-delete dari tempat Anda. Kalau tidak diperhatikan juga, baru diberi sanksi," ujar Gatot di Kantor Kemkominfo, Selasa (16/2/2010).

Lantas, mengapa harus penyedia akses? Sederhana saja, ujarnya. Menurut Gatot, konten situs lebih identik dengan akses internet.

Gatot juga mengaku Kemkominfo memang banyak menerima masukan dari masyarakat dan Dewan Pers soal penggunaan istilah 'multimedia' karena belum ada yang menentukan secara formal siapa saja yang disebut penyelenggara multimedia.

Saat ini, Kemkominfo mencatat setidaknya ada 160 penyelenggara internet di Indonesia yang terdaftar. Namun yang aktif hanya sekitar 85 penyelenggara. Sementara itu, dari para penyelenggara ini, baru Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJI) dan Kamar Dagang Industri (Kadin) yang sudah menyampaikan keberatannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau