TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran mengaku tidak menerima proposal baru dari tiga negara besar terkait program bahan bakar nuklirnya, pada Selasa (16/2/2010).
Menanggapi hal ini, pihak pemerintah Iran menyalahkan pada kesalahan penerjemahan karena sebelumnya telah bersikeras sebaliknya.
"Ada surat baru dari tiga negara (Amerika Serikat, Rusia dan Prancis) untuk IAEA (Badan Energi Atom Internasional)," kata Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki kepada wartawan.
Dia menambahkan, surat itu "tampak seperti proposal baru ketika diterjemahkan".
Pada Senin, Kepala Badan Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, tiga negara besar telah membuat sebuah usul baru terkait pasokan bahan bakar nuklir ke Iran setelah Teheran mulai bekerja memperkaya uraniumnya menjadi 20 persen.
Namun Amerika Serikat, Rusia dan Prancis menyangkal adanya sebuah proposal baru yang dibuat untuk menggantikan tawaran pengiriman uranium yang belum dikayakan ke luar Teheran untuk dikayakan di luar negeri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang