Yamaha Kehilangan Pendapatan 2,4 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 17/02/2010, 09:46 WIB

JEPANG, KOMPAS.com — Pendapatan Yamaha dari penjualan 2009 atau revenue mengalami penurunan 28,1 persen. Penyebabnya adalah krisis keuangan sehingga prinsipal sepeda motor terbesar kedua di dunia itu akan memangkas ongkos produksi dan menata kembali manajemen.

Akibat kerugian tersebut, Yamaha akan memangkas 200 tenaga kerja di Amerika Serikat sebagai tambahan dari PHK terhadap 800 pekerja sejak Oktober tahun lalu. Merek berlambang garpu tala ini juga berencana menutup dua pabrik di luar Jepang dan lima di dalam negeri. Demikian dilansir autoevolution.com, Selasa (16/2/2010).

Pada 2009, Yamaha kehilangan pendapatan 2,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 22,3 triliun), tetapi tetap berhasil mempertahankan peringkatnya sebagai produsen sepeda motor terbesar kedua di dunia. "Perusahaan tengah memperluas jangkauan dengan mereformasi landasan struktural, yakni mengetahui kemampuan manufaktur, jumlah tenaga kerja, dan pengurangan ongkos produksi akibat pengalaman sebelumnya," ungkap pihak Yamaha.

Yamaha yakin, langkah bisnis ini bakal mampu mengembalikan keuntungan perusahaan dengan ditopang peningkatan penjualan. Tahun ini, target jualan di seluruh dunia diprediksi akan naik 8,4 persen atau menyentuh 13,9 miliar dollar AS.

Untuk pasar motor, Yamaha yakin bahwa target penjualan akan melonjak 12 persen menjadi 6,55 juta unit. Khusus pasar Asia di luar Jepang, penjualan juga diprediksi naik 14 persen menjadi 5,69 juta unit.

Sementara itu, total pasar motor di belahan dunia lain, seperti di Amerika Utara, justru diprediksi anjlok hingga 39 persen atau 56.000 unit. "Permintaan di pasar Eropa dan AS masih belum pulih untuk beberapa waktu ke depan. Meski demikian, situasi di sekitar Yamaha Motor Group diharapkan kondusif," lanjut pihak Yamaha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau