JAKARTA, KOMPAS.com - Program keluarga berencana (KB) masih memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan laju pertumbuhan pembagunan dan ekonomi. Demikian penuturan Wakil Presiden Boediono saat membuka Rakernas Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2010, di Istana Wapres Jakarta, Rabu (17/2/2010).
"KB pada saat ini masih memiliki peran penting dalam upaya menekan ledakan jumlah penduduk," kata Wapres. Hadir dalam acara itu antara lain Menpan EE Mangindaan dan Kepala BKKBN Sugiri Syarief.
Menurutnya, akibat kegagalan KB maka Indonesia akan mengalami ledakan jumlah penduduk, yang pada akhirnya menimbulkan masalah sosial. Boediono menunjuk dampak sosial seperti keterbatasan lapangan pekerjaan, keterbatasan pagan, jumlah pengangguran, serta kemiskinan, yang akan tercipta jika KB gagal.
Indonesia, kata Wapres, sejak pencanangan KB sudah mengalami kemajuan cukup berarti. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk nasional dalam tahun 1971-1980 sebesar 2,3 persen, dan periode 1980-2000 mencapai 1,4 persen per tahun. "Sekalipun kita mengalami kemajuan tapi jangan lengah dan program ini akan tetap menjadi prioritas nasional dan memberikan peran dalam pembagunan ekonomi dan sosial," kata Wapres.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang