SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal-kapal berukuran besar dengan draft di atas 9 meter sulit memasuki Pelabuhan Tanjung Perak akibat terhalang pipa gas Kodeco yang menghalangi alur pelayaran barat Surabaya. Demi alasan kemanan, saat ini hanya kapal dengan draft maksimal 8,5 meter yang dapat masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Kendala halangan keberadaan pipa Kodeco disampaikan Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto saat menerima kunjungan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Rabu (17/2) di Terminal Pelabuhan Surabaya. "Karena kapal-kapal yang akan datang ke Pelabuhan Tanjung Perak
semakin hari semakin besar, pengerukan dan pelebaran alur pelayaran
harus dilakukan. Tapi, keberadaan pipa gas Kodeco membuat rencana tersebut terkendala ," kata Djarwo .
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) merencanakan pengerukan dan pelebaran alur pelayaran Surabaya barat dilaksanakan pada Juli 2010. Diperkirakan proyek ini akan menyedot biaya hingga 65 juta dollar AS.
Saat ini, alur pelayaran barat Surabaya lebarnya hanya 100 meter dengan kedalaman hanya sekitar 9 meter hingga 10 meter. Rencananya, alur akan diperlebar menjadi 200 meter dengan kedalaman hingga 14 meter.
Dengan kedalaman perairan mencapai 14 meter, kapal-kapal berukuran besar dapat masuk ke kolam pelabuhan. Dengan kemampuan angkut yang besar mencapai 60.000 ton hingga 80.000 ton, pengusaha kapal dapat menghemat biaya angkut sepertiga lebih murah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang