Memangnya Kenapa kalau Remaja Merokok?

Kompas.com - 17/02/2010, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memang kenapa kalau remaja merokok? Pertanyaan tersebut, dengan berbagai versi cara bertanya, kerap dilontarkan oleh para remaja yang baru atau bahkan sudah sering merokok.

Para remaja sudah merasa berhak merokok di usia belasan tahun dan kenyataannya, memang remaja berusia 15-19 tahun sudah menjadi sasaran utama pemasaran rokok saat ini.

"Remaja usia ini pasti yang dicari karena produknya, kan, adiktif. Mereka berpotensi akan jadi pelanggan tetap untuk masa depan," tutur Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeloek, Rabu (17/2/2010).

Pendekatannya macam-macam, mulai dari iklan hingga pemberian sponsor untuk kegiatan sekolah, seperti musik, seni, dan olahraga yang dekat dengan kehidupan gaul remaja.

Masuk akal, lanjut Moeloek, karena pada usia ini para remaja masih dalam proses pencarian jati diri, di mana emosinya labil dan belum dapat mengambil keputusan dengan matang. Oleh karena itu, fokus penekanan konsumsi rokok harus diarahkan pada para remaja.

Selain itu, perilaku merokok pada remaja juga berkontribusi signifikan terhadap tumbuhnya berbagai penyakit sosial, misalnya menyebabkan munculnya the lost generation. Kemiskinan dan kebodohan, penyakit mematikan HIV/AIDS, penggunaan narkotika, kekerasan fisik dan seksual semua bersumber dari perilaku merokok. Ini kemudian mengarah pada kehancuran ekonomi keluarga dan hilangnya generasi bangsa yang berkualitas.

Dengan demikian, Farid memandang perlunya peraturan khusus dari pemerintah untuk menggunakan tembakau yang sama dengan aturan terhadap zat adiktif lainnya. "Ingat, the lost generation gerbangnya adalah rokok," tegas mantan Menteri Kesehatan ini.

Selain itu, sosialisasi berbagai penelitian yang membuktikan bahwa rokok mengandung tar dan nikotin yang dikenal sebagai zat adiktif serta dampak negatif terhadap kesehatan harus terus disuarakan, terutama kepada para remaja yang hidup di kelas ekonomi bawah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau