PKB Desak Pansus Selidiki Praktik "Money Laundry"

Kompas.com - 17/02/2010, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai banyak transaksi tidak wajar dari sejumlah nasabah Bank Century yang diindikasikan terlibat dalam aliran dana. Fraksi PKB mencoba bersikap kritis dan mendesak Pimpinan Pansus Hak Angket Century agar menelusuri lebih jauh mengenai dugaan terjadinya praktik pencucian uang. 

"Mendorong dilakukannya investigasi secara tuntas terhadap indikasi ditemukannya praktik pencucian uang maupun dugaan aliran dana yang dipakai untuk tindak kejahatan lain," kata anggota pansus dari Fraksi PKB Agus Sulistyono saat menyampaikan pandangan fraksinya, Kamis ( 17/2/2010 ) .

Agus mengatakan, fraksinya juga mendesak pengusutan terhadap jajaran mantan Direksi Bank Century yang diduga kuat terlibat dalam aliran dana. Menurutnya, jajaran direksi diindikasikan terlibat melakukan pembobolan banknya sendiri dengan modus menyalurkan kredit fiktif dengan memanfaatkan rekening yang tidak aktif lagi.

"Perlu diselidiki lebih jauh tentang ditemukannya transaksi yang tidak wajar terhadap rekening nasabah yang jelas-jelas sebelumnya telah diblokir Bank Century," tuturnya.

Dipaparkan Agus, modus yang banyak digunakan dalam sejumlah transaksi antara lain dengan pencairan dana pada rekening nasabah yang sudah diblokir atau mati. Bank Century, ungkapnya, diketahui telah melakukan manipulasi terhadap profil nasabahnya dengan mengadakan deposan-deposan fiktif.

"Terjadi pelanggaran oleh manajemen Bank Century yang berkolusi dengan nasabah-nasabah besar, yakni memecah deposito bernominal di atas Rp 2 miliar," urainya.

Berdasarkan penelusuran transaksi RTGS Bank Century oleh PPATK, kata dia, terungkap bahwa pola sebagian besar nasabah perorangan di Bank Century adalah dengan memindahkan dana mereka ke rekening lain yang memiliki hubungan keluarga atau bisnis.

"Dalam hal ini PPATK di pandang perlu melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap aliran dana Century ini hingga ke lapis berikutnya," tuntasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau