JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai banyak transaksi tidak wajar dari sejumlah nasabah Bank Century yang diindikasikan terlibat dalam aliran dana. Fraksi PKB mencoba bersikap kritis dan mendesak Pimpinan Pansus Hak Angket Century agar menelusuri lebih jauh mengenai dugaan terjadinya praktik pencucian uang.
"Mendorong dilakukannya investigasi secara tuntas terhadap indikasi ditemukannya praktik pencucian uang maupun dugaan aliran dana yang dipakai untuk tindak kejahatan lain," kata anggota pansus dari Fraksi PKB Agus Sulistyono saat menyampaikan pandangan fraksinya, Kamis ( 17/2/2010 ) .
Agus mengatakan, fraksinya juga mendesak pengusutan terhadap jajaran mantan Direksi Bank Century yang diduga kuat terlibat dalam aliran dana. Menurutnya, jajaran direksi diindikasikan terlibat melakukan pembobolan banknya sendiri dengan modus menyalurkan kredit fiktif dengan memanfaatkan rekening yang tidak aktif lagi.
"Perlu diselidiki lebih jauh tentang ditemukannya transaksi yang tidak wajar terhadap rekening nasabah yang jelas-jelas sebelumnya telah diblokir Bank Century," tuturnya.
Dipaparkan Agus, modus yang banyak digunakan dalam sejumlah transaksi antara lain dengan pencairan dana pada rekening nasabah yang sudah diblokir atau mati. Bank Century, ungkapnya, diketahui telah melakukan manipulasi terhadap profil nasabahnya dengan mengadakan deposan-deposan fiktif.
"Terjadi pelanggaran oleh manajemen Bank Century yang berkolusi dengan nasabah-nasabah besar, yakni memecah deposito bernominal di atas Rp 2 miliar," urainya.
Berdasarkan penelusuran transaksi RTGS Bank Century oleh PPATK, kata dia, terungkap bahwa pola sebagian besar nasabah perorangan di Bank Century adalah dengan memindahkan dana mereka ke rekening lain yang memiliki hubungan keluarga atau bisnis.
"Dalam hal ini PPATK di pandang perlu melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap aliran dana Century ini hingga ke lapis berikutnya," tuntasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang