Kaskus Ancam Hengkang ke Singapura

Kompas.com - 17/02/2010, 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika harus berpikir ulang mempertimbangkan dampak terhadap bisnis internet jika akan meneruskan pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia. Jika RPM tentang Konten Multimedia jadi disahkan oleh Kemkominfo, sebagian pemangku kepentingan internet akan melakukan boikot sebagai bentuk penolakannya.

Salah satunya ancaman hengkang dari Indonesia yang dilayangkan layanan forum internet terbesar di Indonesia, Kaskus. Chief Marketing Officer Kaskus Danny Oei dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan hengkang dari Indonesia jika RPM jadi disahkan.

Menurutnya, pemerintah terlalu berat sebelah dengan melihat internet hanya kental dengan dampak-dampak negatif tanpa melihat dampak-dampak positif yang mungkin muncul. Sementara itu, pencegahan dampak negatif juga membutuhkan peran dari para penggunanya sendiri, misalnya dalam pengendalian pengguna situs-situs porno.

"Kalau ini dilakukan juga, ya pilihannya ini akan menjadi surprise bagi kita, kami mungkin akan meninggalkan Indonesia," tuturnya dalam keterangan pers bersama para pemangku kepentingan internet di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (17/2/2010). Menurutnya, pemberlakuan RPM sudah menunjukkan suramnya masa depan dunia multimedia dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Danny mengatakan mungkin Kaskus akan berpikir hengkang ke Singapura saja sebagai pusat layanannya.

Sementara itu, LBH Pers juga sudah menyiapkan langkah. Ketua Divisi Non-Litigasi Arief Ariyanto mengaku sudah mempersiapkan sejumlah langkah hukum, baik sebelum pengesahan maupun jika setelah pengesahan RPM. "Kami rencanakan somasi terbuka terhadap Menkominfo serta uji materi ke Mahkamah Agung," ungkapnya.

Menurut Arief, dasar pertimbangan RPM yang mengacu pada UU Pers, UU Perfilman, dan UU Keterbukaan Informasi sudah mengancam kebebasan pers dengan munculnya potensi pembredelan atau penerapan sensor berita. Dewan Pers sebelumnya menyatakan bahwa RPM melanggar UU Pers bahkan UUD 1945.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau