Mossad Di Balik Pembunuhan Mahmud Al Mabhuh ?

Kompas.com - 17/02/2010, 23:17 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Dinas rahasia Israel yang terkenal dengan sebutan Mossad, dicurigai berada di balik pembunuhan seorang militan Hamas di Dubai bulan lalu. Agen rahasia ini diduga telah terlibat dalam beberapa insiden tingkat tinggi di luar negeri.

Pembunuhan Mahmud Al Mabhuh di kamar hotel mewah, yang tubuhnya ditemukan pada 20 Januari banyak dituduhkan pada Mossad, meskipun belum ada bukti untuk itu. Seperti apa sebenarnya geraKan yang dilakukan Mossad?

Berikut adalah beberapa contoh "proyek" Mossad luar negeri sejak 1973:

- NORWEGIA, Juli 1973: Setelah membunuh 11 atlet Israel pada Olimpiade Munich tahun 1972, Israel berusaha membunuh semua pemimpin Black September, kelompok Palestina radikal yang berada di belakang serangan-serangan saat itu.

Pada bulan Juli 1973, agen Mossad membunuh Ahmed Bouchikhi, seorang pekerja katering Maroko, di Lillehammer di Norwegia, dalam operasi untuk menghabisi Hassan Salame, petinggi Black September. Yang terakhir ini kemudian dibunuh oleh agen-agen Israel di Beirut.

Sepuluh agen Israel Norwegia berhasil melarikan diri setelah serangan yang gagal. Tiga orang lain yang dijatuhi hukuman pada tahun 1974 oleh pengadilan Oslo untuk lima setengah tahun penjara. Mereka dibebaskan setelah 22 bulan di balik jeruji besi.

- SIPRUS, April 1991: Seorang polisi Siprus menangkap empat agen Mossad ketika mereka berusaha untuk menanam mikrofon di kedutaan Iran di Nicosia. Siprus dan Israel menyelesaikan urusan itu dalam waktu dua minggu, para agen meninggalkan negara itu setelah dikenakan sanksi membayar denda.

- JORDAN, September 1997: Dua agen Israel terperangkap di Jordania ketika mereka berusaha membunuh pemimpin politik Hamas Meshaal dengan menyuntikkan dirinya dengan racun.

- SWISS, 19 Februari 1998: Lima agen Mossad ditangkap polisi Swiss ketika mereka menginstal sebuah sistem penyadapan telepon di ruang bawah tanah dari rumah orang Lebanon dekat Bern.

Empat dari agen dibebaskan setelah mengelabui para polisi. Agen kelima dipenjara sebelum akhirnya dibebaskan pada bulan April tahun yang sama.

- SIPRUS, 7 November 1998: Dua orang Israel, Udi Hargov dan Igal Damari, ditangkap di Siprus di wilayah pesisir Zigi, karena memata-matai angkatan bersenjata Siprus.
Polisi Siprus menemukan peralatan mata-mata di apartemen mereka, termasuk peta canggih dan komputer yang memancarkan pesan numerik. Mereka dibebaskan pada Agustus 1999.

- NEW ZEALAND, 23 Maret 2004: Dua warga Israel, Uriel Zoshe Kelman dan Eli Cara, ditangkap polisi saat mengambil paspor palsu. Meeka dijatuhi hukuman enam bulan di penjara, dan dibebaskan pada bulan September 2004.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau