JAKARTA, KOMPAS.com — Omzet produk industri otomotif nasional sepanjang 2010 diperkirakan akan mencapai Rp 197 triliun. Jumlah ini berasal dari tiga sektor industri, yakni roda empat, dua, dan komponen. Hal tersebut diutarakan Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi pada Rapat Kerja Depperin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010).
"Diperkirakan, sumbangan dari mobil Rp 120 triliun, roda dua Rp 60 triliun, dan industri komponen Rp 17 triliun. Artinya, sumbangan produk domestik bruto (PDB) ke APBN hampir Rp 200 triliun," papar Budi.
Budi menjelaskan bahwa pasar mobil nasional pada 2010 akan meningkat 23 persen menembus 600.000 unit dibanding 2009 sebesar 486.000 unit. Adapun pasar motor juga meningkat 10 persen menjadi 6,4 juta unit atau tertinggi sepanjang sejarah. "Salah satu indikasi kuat kegairahan pasar mulai terlihat pada Januari, terutama untuk mobil. Jika biasanya pasar melemah pada awal tahun, maka kini justru naik tajam," ungkap Budi.
Mengacu materi Raker Direktorat Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT), nilai PDB nasional pada tahun ini diprediksi Rp 5.687,6 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen. Kontribusi sektor IATT (plus industri mesin), termasuk di dalamnya sektor otomotif, diproyeksikan sebesar Rp 454,3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 4 persen.
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR menyatakan, pasar otomotif sudah mulai menunjukkan kebangkitan dari situasi krisis global pada tahun lalu. Hal tersebut butuh konsistensi dari pemerintah untuk bisa menjaga stabilitas perekonomian nasional.
"Pasar diperkirakan antara 550.000 dan 600.000 unit tahun ini. Situasi yang sudah baik jangan terus diganggu dengan faktor perpajakan yang membebani," imbau Sudirman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang