Omzet Industri Otomotif di 2010 Capai Rp 197 Triliun

Kompas.com - 18/02/2010, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Omzet produk industri otomotif nasional sepanjang 2010 diperkirakan akan mencapai Rp 197 triliun. Jumlah ini berasal dari tiga sektor industri, yakni roda empat, dua, dan komponen. Hal tersebut diutarakan Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi pada Rapat Kerja Depperin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010).

"Diperkirakan, sumbangan dari mobil Rp 120 triliun, roda dua Rp 60 triliun, dan industri komponen Rp 17 triliun. Artinya, sumbangan produk domestik bruto (PDB) ke APBN hampir Rp 200 triliun," papar Budi.

Budi menjelaskan bahwa pasar mobil nasional pada 2010 akan meningkat 23 persen menembus 600.000 unit dibanding 2009 sebesar 486.000 unit. Adapun pasar motor juga meningkat 10 persen menjadi 6,4 juta unit atau tertinggi sepanjang sejarah. "Salah satu indikasi kuat kegairahan pasar mulai terlihat pada Januari, terutama untuk mobil. Jika biasanya pasar melemah pada awal tahun, maka kini justru naik tajam," ungkap Budi.

Mengacu materi Raker Direktorat Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT), nilai PDB nasional pada tahun ini diprediksi Rp 5.687,6 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen. Kontribusi sektor IATT (plus industri mesin), termasuk di dalamnya sektor otomotif, diproyeksikan sebesar Rp 454,3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 4 persen.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR menyatakan, pasar otomotif sudah mulai menunjukkan kebangkitan dari situasi krisis global pada tahun lalu. Hal tersebut butuh konsistensi dari pemerintah untuk bisa menjaga stabilitas perekonomian nasional.

"Pasar diperkirakan antara 550.000 dan 600.000 unit tahun ini. Situasi yang sudah baik jangan terus diganggu dengan faktor perpajakan yang membebani," imbau Sudirman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau