Kemperin Lobi Pemda untuk Mobil Murah

Kompas.com - 18/02/2010, 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keseriusan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, untuk meluncurkan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang kini sedang digodok, cukup agresif. Buktinya, mereka tengah melakukan lobi kepada pemerintah daerah untuk turut serta memberikan insentif fiskal berupa penurunan biaya balik nama (BBN).

Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemperin) Budi Darmadi menjelaskan, diperlukan upaya dari seluruh pihak untuk bisa menyukseskan program low cost and green car. Salah satu kunci utama dipegang oleh pemerintah daerah karena terkait penetapan pajak BBN di setiap daerah.

"Kalau sekarang rata-rata BBN itu 10 persen, bisa dikurangi 5 persen saja pasti akan positif. Saya harus lobi kanan-kiri dulu," ujar Budi di Raker Kemperin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menunggu pengesahan program produksi low cost and green car oleh Kementerian Keuangan. Salah satu insentif yang diajukan adalah penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk jenis mobil tersebut.

Dengan insentif fiskal tambahan, selain penghapusan PPnBM, lanjutnya, pengurangan BBN akan mampu mendongkrak daya saing low cost and green car. "Kebijakan baru akan dikeluarkan kalau sudah matang, kalau para pemda bisa ikut menurunkan BBN maka hal ini akan menjadi peningkatan pergerakan industri otomotif di Indonesia," papar Budi.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto menyatakan kesiapannya untuk segera memproduksi mobil murah seperti program pemerintah. "Kami selalu siap, sekarang tinggal menunggu juknis (petunjuk teknis) dan juklak (petunjuk pelaksanaan) dari pemerintah. Kalau keluar kita baru bisa bergerak," ungkap Prijono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau