Bom Meledak di Pasar, 12 Nyawa Melayang

Kompas.com - 19/02/2010, 04:01 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Sebuah ledakan bom menewaskan sedikitnya 12 orang kembali terjadi di sebuah pasar di Pakistan, Kamis (18/2/2010). Bom itu meledak di sebuah daerah terpencil yang dikuasai kelompok-kelompok militan yang bersaing di Khyber.

Seorang komandan militan dan 11 orang lain tewas dalam ledakan itu, yang juga merusak sebuah masjid dan beberapa toko di Desa Dars lembah Tirah Atas. Para pejabat keamanan mendugam serangan itu dampakdaei perselisihan antara kelompok-kelompok muslim garis keras yang bersaing.

"Duabelas orang tewas dan lebih dari 30 lain cedera dalam ledakan bom itu," kata seorang pejabat intelijen di kota Peshawar, Pakistan baratlaut, kepada AFP.

"Kami telah mengkonfirmasi laporan-laporan bahwa komandan militan Azam (Khan, dari Lashkar e Islam), juga tewas dalam ledakan itu," kata pejabat itu.

Seorang pejabat regional mengatakan, bom itu meledak ketika sekitar 80 orang berkumpul di sekitar masjid dan pasar di dekat pangkalan milisi Lashkar-e-Islam.

Lashkar-e-Islam (tentara Islam) adalah kelompok militan yang memiliki keterkaitan ideologi dengan Taliban. Mereka menjadi sasaran operasi militer Pakistan di Khyber, namun para pejabat intelijen menyalahkan pemboman itu pada kelompok militan saingan mereka.

Laporan-laporan dari sumber militan dan pejabat daerah masih simpang-siur mengenai apakah itu ledakan bunuh diri atau bom yang dipasang, namun mereka semua sepakat bahwa sasarannya adalah Khan, komandan militan tingkat pedesaan.

Kelompok muslim garis keras mendalangi serangan-serangan bom mematikan untuk membalas pemerintah Pakistan karena bersekutu dengan AS dalam "perang melawan teror". Serangan-serangan mereka menewaskan lebih dari 3.000 orang sejak Juli 2007.

Sementara itu, Pakistan mengungkapkan kekhawatiran bahwa Serangan AS di Afganistan akan menimbukan arus pengungsi dari Afganistan ke Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengungkapkan kekhawatiran itu dalam pembicaraan dengan Richard Holbrooke, utusan khusus AS untuk Pakistan dan Afghanistan, yang tiba di Islamabad pada Kamis setelah perundingan di Kabul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau