Indonesia Pimpin Pasar Otomotif ASEAN pada 2012

Kompas.com - 19/02/2010, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia siap memimpin pasar otomotif terbesar di ASEAN pada 2012. Bagi produsen mobil di Indonesia, jelas bukan suatu tantangan berat. Karena, dari segi populasi, kita jauh di atas dan jumlah kendaraan yang terjual tidak mencapai 1 persen dari jumlah penduduk. Untuk bisa memenuhi target, yakni menghadirkan segmen baru. Apa itu?

Pasar nasional harus menyodorkan mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost and green car). Langkah ini lagi diupayakan pemerintah - dalam hal ini Depperin - bersama beberapa produsen di Tanah Air.

"Kalau tahun depan saya masih belum yakin, tapi kalau 2012 sudah pasti. Dari perhitungan saya, produk low cost dan green car sudah mulai dipasarkan 2012 dan itu akan mendongkrak penjualan nasional," ujar Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementrian Perindustrian (Kepermenperin) Budi Darmadi di sela Raker Depperin 2010 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Budi menjelaskan, potensi pasar low cost dan Green car yang tengah dicanangkan pemerintah antara 300.000-600.000 unit. Jumlah tersebut, bakal mampu memacu penyerapan pasar nasional.

Mengacu data Asean Automotive Federation, pada 2009 Indonesia hanya mampu bercokol di posisi ketiga di bawah Thailand dan Malaysia (liat tabel). Padahal, kalau dihitung dari jumlah penduduk kedua negara tetangga tersebut masih jauh berada di bawah Indonesia.

Kemenperin saat ini tengah menggodok program low cost and green car yang nantinya akan ditawarkan ke kalangan produsen mobil domestik. Mobil murah diharapkan dijual di harga Rp 70-80 juta per unit dengan kapasitas silinder 1.000-1.300 cc.

Di sisi lain, lonjakkan penjualan yang terjadi pada Januari membuat optimisme pebisnis mobil nasional. Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy misalnya, optimis melihat pergerakan pasar di tanah air. Ditegaskannya, pasar mobil nasional tahun ini berpotensi kembali mencatatkan angka tertinggi menembus rekor 2008 yang mencapai 603.744 unit.

"Pasar bisa menyentuh 630.000 unit pada tahun ini, kalau pasar konstan di level 50.000 unit per bulan. Bisa saja tercipta rekor baru dengan catatan tak ada masalah besar misalnya dari pajak," papar Jonfis.

Meski optimis, namun target konservatif tetap ditunjukkan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menargetkan penjualan 550.000-600.000 unit. "Masih banyak faktor eksternal yang bisa berubah di luar kendali, jadi angka 550.000 unit menjadi patokan umum di industri," tukas Jonfis.

Tabel Pasar Mobil di Negara ASEAN di 2009

NEGARAJUMLAH (UNIT)
Thailand548.871
Malaysia536.905
Indonesia483.550
Filipina132.444
Vietnam119.460
Singapura  79.503
Brunei  12.365

Sumber : Asean Automotive Federation

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau