PPP, PAN, PKS Jangan Membelot...

Kompas.com - 19/02/2010, 12:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera diharapkan bisa obyektif dalam memutuskan sikap akhirnya dalam penuntasan kasus Bank Century di DPR RI, berhubung ketiganya adalah partai koalisi penguasa yang tergolong 'akrab'.

Seruan ini disampaikan oleh masing-masing perwakilan fraksi, Kurdi Moekri dari PPP, Chandra Wijaya dari PAN dan Andi Rahmat dari PKS dalam kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Jumat (19/2/2010).

Dalam pandangan awal sebelumnya, ketiga partai ini memang secara tegas melihat ada indikasi pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang dalam kasus Bank Century. Posisi terakhir fraksi yang kontra bailout adalah 7-2. Namun, menjelang akhir kerja Pansus, ada indikasi pergeseran suara.

Kurdi berharap PPP bukan salah satu yang akan membelot setelah banyak fakta dan data yang sudah ditemukan mendukung. "Jangan sampai PPP yang sudah diklasifikasikan 7-2 jadi membelot. Hal ini sudah saya sampaikan kepada Ketum. Substansi PPP tetap lakukan kritik dan koreksi saat diperlukan," tuturnya.

Begitu pula disampaikan oleh Andi Rahmat. Setelah banyaknya fakta yang menunjukkan ketidakbenaran dalam kasus Bank Century, seharusnya tiap fraksi konsisten hingga akhir. Kebenaran lebih perlu dijunjung daripada kepentingan koalisi semata.

Selain itu, lanjutnya, lobi-lobi politik di belakang layar sudah seharusnya ditinggalkan. "Lobi-lobi politik di masa depan harus dilakukan terbuka dan transparan. Harus menjadi sebuah tradisi," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau