Menko perekonomian:

Draf Revisi Perpres DNI Rampung 2 Minggu Lagi

Kompas.com - 19/02/2010, 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal merampungkan pembahasan revisi perpres daftar negatif investasi (DNI) dalam dua minggu ini. Adapun terdapat lima sektor terkait pendidikan, telekomunikasi, kesehatan, pertanian, dan industri kreatif akan dirubah dari peraturan awal terutama mengenai kepemilikan asing.

 

"Pembahasan akan selesai dalam dua minggu ini. Lalu nanti drafnya akan kami sampaikan ke Presiden," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di Kantor Kementrian Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/2/2010). Menurut Hatta, pembahasan untuk lima sektor tersebut sudah rampung.

 

Selain lima sektor itu, tambah Hatta, Pemerintah juga akan melakukan perubahan peraturan pasar modal yang hingga kini belum selesai pembahasan drafnya.

 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan menjelaskan revisi Perpres ini dibuat untuk lebih memudahkan investor. "Nanti penyampaiannya per sektor dan kita semangatnya akan lebih menyederhanakan, agar lebih user friendly dan hierarki kedudukan hukumnya," papar Gita di tempat yang sama.

 

Dijelaskan dia, lima sektor yang medapat perubahan adalah megenai peraturan usaha menara telekomunikasi, industri kreatif, kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Untuk bidang kesehatan, Pemerintah bakal membuka pintu bagi masuknya rumah sakit asing untuk berkompetisi dengan rumah sakit nasional dengan batas kepemilikan asing 67 persen.

Adapun untuk sektor lainnya, diatur juga tentang pembatasan modal asing, seperti sektor pertanian yang membatasi asing sebesar 49 persen di bahan pokok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau