Inflasi Bulan Februari 0,3 Persen

Kompas.com - 19/02/2010, 13:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Laju inflasi DI Yogyakarta pada Februari 2010 diperkirakan lebih rendah dibanding Januari. Upaya pemerintah melakukan operasi pasar beras dan membuka keran impor gula pasir menjadi faktor penting yang mendukung penurunan tersebut.

Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia DIY Djoko Raharto mewakili Tim Pengendali Inflasi DIY (TPID) mengatakan, berdasar pantauan anggota TPID, harga sejumlah kebutuhan pokok dengan bobot inflasi tinggi mulai turun. Oleh karena itu, inflasi pada Februari diperkirakan berada pada kisaran sekitar 0,3 persen.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari yang mencapai 0,57 persen," kata Djoko, Kamis (18/2).

Kebutuhan pokok dengan bobot inflasi tinggi antara lain beras, gula, dan minyak tanah. Kenaikan harga beras tertahan setelah pemerintah menggelar operasi pasar beras, pasar beras murah, dan pendistribusian beras miskin.

Kenaikan harga gula pasir tertahan karena pasokan gula masih mencukupi kebutuhan. Saat ini, harga gula masih stabil tinggi pada kisaran Rp 10.250 per kilogram, atau turun dari rata-rata harga gula selama Januari lalu yang mencapai Rp 10.550 per kg.

Hingga pertengahan Februari, pasokan gula pasir di DIY 155,167 ton. Pasokan gula impor juga akan masuk sehingga kebutuhan gula di DIY akan terpenuhi hingga dimulainya musim giling tebu pada Mei 2010.

Sementara itu, untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng, pemerintah akan meluncurkan 150.000 ton minyak goreng kemasan "Minyak Kita" ke pasaran. Distribusi minyak goreng ini di wilayah DIY belum diketahui.

Mulai panen

Secara terpisah, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Yogyakarta Murino Mudjono mengatakan, saat ini sebagian petani Bantul mulai panen. Harga beli gabah Rp 2.900 per kg atau di atas harga pembelian pemerintah Rp 2.600 per kg.

Harga beras diperkirakan bertahan dalam waktu dekat. "Panen kemungkinan baru mulai merata pada Maret," kata Murino.

Operasi pasar beras terus dilanjutkan melalui pedagang beras di pasar. Harga beras operasi pasar dipertahankan Rp 5.600 per kg. Operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga stabil.

Hingga saat ini Bulog telah mendistribusikan 73.188 ton beras untuk operasi pasar. Beras miskin yang akan didistribusikan selama Februari mencapai 3.024,42 ton untuk 201.628 keluarga. (ARA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau