YOGYAKARTA, KOMPAS - Laju inflasi DI Yogyakarta pada Februari 2010 diperkirakan lebih rendah dibanding Januari. Upaya pemerintah melakukan operasi pasar beras dan membuka keran impor gula pasir menjadi faktor penting yang mendukung penurunan tersebut.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia DIY Djoko Raharto mewakili Tim Pengendali Inflasi DIY (TPID) mengatakan, berdasar pantauan anggota TPID, harga sejumlah kebutuhan pokok dengan bobot inflasi tinggi mulai turun. Oleh karena itu, inflasi pada Februari diperkirakan berada pada kisaran sekitar 0,3 persen.
"Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari yang mencapai 0,57 persen," kata Djoko, Kamis (18/2).
Kebutuhan pokok dengan bobot inflasi tinggi antara lain beras, gula, dan minyak tanah. Kenaikan harga beras tertahan setelah pemerintah menggelar operasi pasar beras, pasar beras murah, dan pendistribusian beras miskin.
Kenaikan harga gula pasir tertahan karena pasokan gula masih mencukupi kebutuhan. Saat ini, harga gula masih stabil tinggi pada kisaran Rp 10.250 per kilogram, atau turun dari rata-rata harga gula selama Januari lalu yang mencapai Rp 10.550 per kg.
Hingga pertengahan Februari, pasokan gula pasir di DIY 155,167 ton. Pasokan gula impor juga akan masuk sehingga kebutuhan gula di DIY akan terpenuhi hingga dimulainya musim giling tebu pada Mei 2010.
Sementara itu, untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng, pemerintah akan meluncurkan 150.000 ton minyak goreng kemasan "Minyak Kita" ke pasaran. Distribusi minyak goreng ini di wilayah DIY belum diketahui.
Mulai panen
Secara terpisah, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Yogyakarta Murino Mudjono mengatakan, saat ini sebagian petani Bantul mulai panen. Harga beli gabah Rp 2.900 per kg atau di atas harga pembelian pemerintah Rp 2.600 per kg.
Harga beras diperkirakan bertahan dalam waktu dekat. "Panen kemungkinan baru mulai merata pada Maret," kata Murino.
Operasi pasar beras terus dilanjutkan melalui pedagang beras di pasar. Harga beras operasi pasar dipertahankan Rp 5.600 per kg. Operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga stabil.
Hingga saat ini Bulog telah mendistribusikan 73.188 ton beras untuk operasi pasar. Beras miskin yang akan didistribusikan selama Februari mencapai 3.024,42 ton untuk 201.628 keluarga. (ARA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang