Haruskah "Puasa" Bercinta Saat Hamil?

Kompas.com - 19/02/2010, 14:37 WIB

KOMPAS.com — Banyak pasangan yang "puasa" bercinta selama sang istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tidak beralasan. Asalkan "aturan mainnya" dipenuhi, bercinta boleh-boleh saja kok!

Menurut spesialis kebidanan dan kandungan, dr Hendro Sudarpo, SpOG dari RS Siloam Lippo Karawaci, Tangerang, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Boleh, asal tidak ada riwayat abortus atau keguguran dan tidak ada vlek," ujarnya.

Dr Hendro menambahkan, jika ibu hamil memiliki riwayat keguguran, hubungan seks bisa ditunda hingga usia kehamilan 16 minggu. Sementara itu, adanya vlek merupakan tanda ancaman keguguran. "Sebaiknya hubungan seks dihindari dulu," ujarnya.

Namun, jika kondisi kehamilan normal dan sehat, hubungan seks boleh dilakukan. Kekhawatiran janin di kandungan akan tergencet, menurut dr Hendro, juga tidak beralasan karena janin berada di dalam rahim atau cairan ketuban yang berisi cairan.

Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri ialah hubungan seksual harus disesuaikan dengan kondisi pasangan. Perut ibu hamil yang semakin membuncit tentu tak bisa lagi memberikan keleluasaan untuk melakukan hubungan seksual dalam berbagai posisi. "Karena itu, pilihlah posisi yang membuat nyaman," kata dr Hendro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau