Boediono Cuek Ditanya soal Antisipasi Century

Kompas.com - 19/02/2010, 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono cuek saja saat ditanya pers mengenai antisipasi pemerintah atas hasil Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Bank Century, Sabtu (19/2/2010) di Gedung II Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Meskipun sempat menggelengkan kepalanya saat ditanya, Boediono kemudian sama sekali tidak menyinggung soal Bank Century saat menjawab pertanyaan pers, yang dilontarkan ketika acara keterangan pers soal Instruksi Presiden. "Jadi, ya Dik, ini adalah program pemerintah. Pemerintah mencoba memaksimumkan upaya untuk mencapai sasaran dalam kondisi yang sebaik-baiknya bagi bangsa kita. Demikian, Dik," kelit Boediono.

Sebelumnya, pers menanyakan apakah pemerintah juga sudah mengantisipasi langkah-langkah menghadapi hasil akhir Pansus Bank Century pada saat pembahasan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014.

Dalam keterangan pers itu, hadir Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Deputi Menko Kesra Bidang Penanggulangan Kemiskinan Sujatna Royat, yang mewakili Menko Kesra Agung Laksono serta Wakil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuo yang mewakili Menteri PPN/Kepala Bappenas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau