Pemerintah Isyaratkan Dividen Pertamina Bisa Turun

Kompas.com - 19/02/2010, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementrian BUMN mengisyaratkan usulan PT Pertamina (Persero) meminta penurunan dividen tahun buku 2009 dapat direalisasikan.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan hingga kini pihaknya masih menggodok besaran dividen yang bisa di setor oleh Pertamina ke negara. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dividen Pertamina bisa turun menjadi 35 persen dari laba bersih. 

"Dividen memang belum kita tentukan. Oleh karenanya, dividen ini akan dilihat dulu, apakah 50 persen atau 35 persen," kata Mustafa, seusai pelantikan Direksi baru Pertamina, di gedung Pertamina, Jakarta, Jumat ( 19/2/2010 ) .

Menurut Mustafa, besaran setoran Pertamina nanti akan ditetapkan setelah melihat kondisi selama perjalanan satu tahun ini. Bila nanti Pertamina membutuhkan banyak biaya untuk reinvestasi, maka pemerintah sebagai kuasa pemegang saham Pertamina akan melonggarkan dividen.

"Misalnya untuk mengembangkan sektor hulu, sektor olah, kilang kita banyak yang sudah tua, nah itu masih memerlukan dukungan dana. Itu akan kita lihat, umpamanya lingkungan kondusif untuk reinvestasi tentu saja kita akan minta pada pemerintah dalam hal ini Kemenkeu dan DPR supaya dividennya," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau