Persebaya Kembali Ajukan PK atas Sanksi bagi Bonek

Kompas.com - 19/02/2010, 19:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Dua bulan terakhir ini Komisi Disiplin PSSI dan Persebaya ibarat kucing dan tikus. Setiap Komdis menjatuhkan sanksi, saat itu pula Persebaya langsung bereaksi mengajukan peninjauan kembali atau PK.

Kali ini Persebaya kembali mengajukan PK atas putusan Komdis PSSI yang melarang suporter Persebaya menggunakan atribut selama dua tahun di semua stadion se-Indonesia. Artinya, bonek juga dilarang memakai kostum kebanggaannya di kandang sendiri. PK ini akan menjadi PK ketiga Persebaya. Sebelumnya, Persebaya juga sudah mengajukan dua PK atas kasus dugaan rasisme ketika menjamu Arema Indonesia.

Keputusan yang dikeluarkan Komdis pada 18 Februari kemarin itu langsung diprotes dua kelompok suporter Persebaya, yakni PFC dan Balgo. Mereka keberatan karena atribut merupakan salah satu spirit suporter selaku pemain ke-12.

"Hukuman ini tidak menyelesaikan masalah. Selama ini PSSI hanya bisa memberi sanksi tanpa mencari solusi. Harusnya mereka ikut membantu mencari formula yang tepat untuk menyelesaikan masalah suporter," kata Romdlon, perwakilan PFC, Jumat (19/2/2010).

Sementara itu, Mulyono dari Balgo menilai hukuman Komdis tidak adil. "Kerusuhan suporter bukan hanya terjadi di Surabaya. Namun, selalu Persebaya yang kena hukum," ungkapnya.

Meskipun memprotes putusan ini, PFC dan Balgo siap melucuti atribut mereka ketika Persebaya menjamu Persijap Jepara 24 Februari mendatang. Mereka bersepakat memakai kostum hitam sebagai simbol duka atas kasus yang terus-menerus menimpa Persebaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau