Futsal asia zona asean

Myanmar dan Australia Anggap Indonesia Lawan Berat

Kompas.com - 19/02/2010, 19:58 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Timnas futsal Myanmar maupun Australia tampaknya menganggap Indonesia lawan berat. Sebagai tuan rumah, tim yang ditukangi oleh Pelatih Robby Hartono memiliki keuntungan dan difavoritkan juara.

Manajer Futsal Myanmar Yei Htut Tin mengatakan, menghadapi Indonesia meski peluang 50:50 namun Indonesia sudah berpengalaman berlaga di kejuaraan Futsal Asia.

"Lawan Indonesia peluangnya 50-50. Laga ini pasti tidak akan mudah karena timnas Indonesia sudah pernah tampil di Asian Indoor games, jadi persiapannya pasti sudah 2-3 tahun. Terlebih lagi masih banyak pemain senior yang turun," ungkapnya di sela-sela latihan Timnas Myanmar di Indoor Tennis Stadion, Jumat (19/2/10).

Myanmar, diakuinya, memang menargetkan bermain imbang melawan Indonesia dan Australia di Grup A. Menurutnya, hanya dengan bermain seri di dua laga, timnya sudah bisa lolos ke semifinal kualifikasi.

"Kami hanya mencari kesempatan, tidak ada target, hanya mencari pengalaman bertanding untuk para pemain kami yang rata-rata merupakan pemain muda yang berusia antara 18-19 tahun, hanya dua pemain senior yakni kiper yang dibawa," tuturnya.

Komentar Indonesia adalah tim yang berat untuk dikalahkan datang juga dari kubu Australia. Pelatih Australia Steven Knight mengatakan bahwa Indonesia merupakan tim kuat. "Timn kami memang didominasi oleh pemain muda, namun kami optimistis bisa merebut satu tempat menuju putaran final," katanya ditemui di tempat terpisah.

Menurutnya, pemain sudah melakukan persiapan beberapa bulan dengan berlatih di Italia, perkembangan mereka juga cukup bagus kendati pemain muda, tapi secara mental mereka siap.
 
"Saya belum pernah melihat permainan tim Indonesia secara langsung, hanya melihat sepintas melalui video, jadi bisa dibilang buta kekuatan. Namun saya yakin, Indonesia merupakan tim bagus dan pertandingan nanti akan ketat," selorohnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau