Hendra Masih Tunggu Keputusan Dokter

Kompas.com - 19/02/2010, 20:53 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Keberangkatan Hendra Setiawan ke Thailand, untuk bergabung dengan skuad Piala Thomas Indonesia, masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, Hendra masih harus menunggu keputusan dokter, tentang kemungkinan tersebut (pergi ke Thailand,red).

Hal itu diungkapkan kakak kandung Hendra, Silvia Anggraeni, Jumat (19/2/10). Menurutnya, kondisi Hendra saat ini belum memungkinkan.

"Hari ini trombositnya turun lagi. Soal akan menyusul tim atau tidak, tergantung keputusan dokter," kata Silvia saat dihubungi di Jakarta.

Pasangan Markis Kido itu dirawat di rumah sakit sejak Rabu (17/2), karena menderita demam berdarah. Hendra, yang tergabung dalam tim kualifikasi Piala Thomas Indonesia, sedianya berangkat menuju Thailand, Kamis (18/2), bersama anggota tim lainnya. Namun karena ia sakit, PB PBSI berharap ia dapat menyusul kemudian.

Sementara itu, manajer tim Thomas Yacob Rusdianto yang sudah berada di Thailand berharap Hendra cepat pulih.

"Tetapi kalau benar tidak bisa main, tidak masalah karena yang dibutuhkan dua pasang dan sekarang kita masih punya satu orang cadangan di ganda. Untuk pertandingan-pertandingan awal dengan lima orang pemain ganda sudah sangat siap," katanya.

Mengenai pemain lain yang sudah berada di Thailand, Yacob mengatakan, Jumat (19/2) mereka sudah berlatih selama tiga jam mulai pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat.

"Semua lancar. Sore ini latihan kebugaran di hotel. Makanan cocok, udara juga sejuk, anak-anak sehat semua," tambah Yacob.

Selain Hendra, tim Thomas terdiri atas Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso dan Tommy Sugiarto pada tunggal, sedangkan gandanya Markis Kido, Rian Sukmawan, Yonatan Suryatama, Mohammad Ahsan dan Alvent Yulianto.

Kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia akan berlangsung di Nakorn Ratchasima, Thailand, pada 22-28 Februari. Kualifikasi Thomas menurut rencana diikuti 13 negara sedangkan Uber 10 negara dan masing-masing tiga tim terbaik langsung lolos ke putaran final di Malaysia Mei mendatang.

Melihat peta kekuatan di Piala Thomas, Indonesia sebenarnya memiliki kans yang sangat besar untuk lolos ke putaran final di Malaysia, pada bulan Mei. Pasalnya, "pasukan Garuda" berada di Grup A bersaman dengan Singapura dan Vietnam.

Melihat lawan yang ada, Indonesia hampir pasti bisa melewati rintangan. Karena itu, tanpa Hendra pun Indonesia tetap berpotensi lolos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau