Kerusuhan di Pantai Gading Telan Tiga Nyawa

Kompas.com - 20/02/2010, 09:11 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyampaikan rasa keterkejutannya sehubungan dengan pertikaian politik di Pantai Gading dan bentrokan mematikan dengan demonstran antipemerintah di Kota Gagnoa, bagian barat negeri itu.

Ia menyerukan semua pihak agar segera menemukan penyelesaian bagi kesulitan yang dihadapi proses perdamaian Pantai Gading.

Oleh karena itu, rakyat Pantai Gading diminta tetap tenang dan para pelaku politik negeri tersebut, pemerintah serta media agar menahan diri dari setiap tindakan dan ucapan yang dapat meningkatkan ketegangan.
    
Seperti diketahui bentrokan antara pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa yang memprotes Presiden Laurent Gbagbo di Gagnoa, hari Jumat mengakibatkan tiga orang tewas.

Sumber polisi mengkonfirmasi beberapa orang tewas, tapi ia tak dapat mengatakan berapa banyak. Demonstran menyerukan pemulihan Komisi Pemilihan Umum Independen, yang dibubarkan oleh Gbagbo pada 12 Februari, ketika ia juga membubarkan pemerintah, sehingga menimbulkan kemarahan.
    
Sejak awal pekan ini, protes yang dinodai oleh kerusuhan telah berlangsung di seluruh negara Afrika Barat tersebut, tapi demonstrasi di Gagnoa adalah yang pertama mengakibatkan kematian.

Menurut pemerintah regional, ada tiga sampai lima orang yang tewas dalam bentrokan, dan satu sumber rumah sakit menyebutkan jumlah korban jiwa sebanyak enam.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Philippe Mangou, yang setia kepada Gbagbo, mencela oposisi di Pantai Gading sebagai "bertanggung jawab atas semua tindakan tercela" yang terjadi di seluruh negeri itu.

Sementara itu, oposisi, Jumat larut malam, menyerukan pengunduran diri
Gbagbo. Pada kesempatan terpisah, Perdana Menteri Guillaume Soro, mantan pemimpin pemberontak yang posisinya dipertahankan oleh Gbagbo, telah diberi waktu sampai Sabtu untuk membentuk pemerintah baru, di tengah kekhawatiran bahwa itu takkan meliputi oposisi seperti pemerintah terakhir.
    
Tindakan Gbagbo membubarkan dua pemerintah dan komisi pemilihan umum telah menjadi pukulan terhadap prospek pemilihan presiden, yang sudah lama ditunggu dan dijadwalkan berlangsung awal Maret, dan mengarah kepada gelombang unjuk rasa.

Pemungutan suara sudah ditunda enam kali di negara yang terpecah itu dan Pasukan Baru Soro (FN) telah menguasai wilayah utara sejak kudeta yang gagal terhadap Gbagbo pada September 2002 mengakibatkan perang saudara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau