Mary MacKillop, Santa Pertama dari Australia

Kompas.com - 20/02/2010, 15:42 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Orang Katolik Australia, Sabtu, merayakan santa pertama negara itu setelah Paus Benediktus XVI memberi konfirmasi bahwa seorang biarawati kelahiran Melbourne telah dikanonisasi.

Suster Mary MacKillop, yang telah mendirikan kongregasi biarawatinya sendiri dan membaktikan hidupnya untuk mendirikan bangunan sekolah dan membantu orang miskin, menjadi tokoh yang dihormati di Australia tidak lama setelah kematiannya pada tahun 1909. "Kami senang bahwa kebaikan dan kesucian hidup Mary MacKillop yang berasal dari Australia telah dikenal gereja Katolik di seluruh dunia," kata Anne Derwin, Kepala MacKillop’s Sisters of St Joseph.

Pihak Vatikan sebelumnya telah mengakui dua mukjizat yang dilakukan MacKillop. Keduanya melibatkan perempuan-perempuan yang telah berdoa kepada biarawati itu setelah didiagnosis menderita penyakit yang tak mungkin sembuh, tetapi kemudian ternyata bisa sembuh.

Namun, kanonisasi atau semacam proses pengesahan menjadi santa terhadap MacKillop tidak dikonfrimasi sampai ketika Paus Benediktus XVI memberi pengumuman dalam sebuah pertemuan para kardinal di Vatikan, Jumat, bahwa MacKillop akan menjadi salah satu dari enam orang yang diberi gelar santa dan atau santo pada tanggal 17 Oktober.

Uskup Agung Sydney George Pell mengatakan, MacKillop, yang pernah diekskomunikasi oleh geraja karena pembangkangan, merupakan orang Australia yang biasa. "Dia bukan seseorang yang bekerja dengan mukjizat. Dia juga tidak eksentrik. Dia hanya tekun pada tugas-tugasnya. Dia punya tujuan. Dia tahu ada banyak kesulitan, tetapi terus bertahan dan mudah memaafkan," kata Pell.

Penulis dan sejarawan Australia, Paul Collins, kepada televisi ABC pada Jumat malam mengatakan, "MacKillop seorang yang berjasa, seorang yang mampu melihat kebutuhan sosial yang nyata, yang memerhatikan anak-anak yang sangat membutuhkan pendidikan, dan dia mengelola persaudaraan para suster yang dapat memenuhi kebutuhan orang-orang tersebut."

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan bahwa gelar santa bagi MacKillop akan sangat berarti bukan saja bagi sekitar lima juta orang Katolik Australia, melainkan juga untuk semua warga Australia. Mary MacKillop, kata Rudd, merupakan tokoh luar biasa dalam sejarah Australia yang telah memajukan keadilan sosial di negara itu. "Pada masa ketika banyak anak tumbuh dalam kemiskinan dan hanya punya sedikit kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, Mary MacKillop berhasil mengubah nasib kehidupan banyak anak muda Australia," katanya.

Dirongrong oleh kesehatan yang buruk selama masa hidupnya, MacKillop meninggal tahun 1909 dalam usia 67 tahun sebagai pemimpin dari 750 biarawati yang mengelola 117 sekolah, serta rumah dan tempat perlindungan bagi mereka yang membutuhkan.

Dia telah dibeatifikasi tahun 1995. Ribuan orang berdoa di kuburnya di sebuah kapal di Sydney Utara setiap tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau