JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang penyampaian pandangan akhir fraksi yang berlangsung Senin (22/2/2010) malam, Partai Golkar hingga saat ini tetap konsisten akan menyebut pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam skandal dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
"Kami tetap pada temuan bahwa ada pelanggaran hukum, penyalahgunaan wewenang, dan indikasi kerugian negara. Kami akan menegaskan pihak yang paling bertanggung jawab, yaitu Ketua KSSK dan turunannya, seperti Gubernur BI, LPS, direksi Bank Century, Sekretaris KSSK Raden Pardede, dan Ketua UKP3R Marsillam Simanjuntak. Kami melihat Marsillam sangat berperan dalam penggelontoran dana talangan, mulai dari FPJP hingga proses pencairan pada Februari 2009," ujar anggota Pansus Angket Kasus Bank Century, Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar, Minggu (21/2/2010), kepada Kompas.com.
Terkait imbauan Ketua DPR Marzuki Alie agar fraksi tidak menyebut nama pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut, Bambang menyebutnya sebagai hal aneh bin ajaib. Menurut Bambang, tugas Pansus adalah menelusuri kesalahan kebijakan.
Meski demikian, Bambang memaklumi imbauan tersebut karena Marzuki adalah salah satu kader Partai Demokrat. Sementara itu, terkait permintaan kader Partai Demokrat Hayono Isman kepada anggota koalisi "nakal" agar angkat kaki, hal itu disambut baik Bambang.
"Itu tidak usah diminta. Jika Presiden menghendaki reshuffle, kami akan say goodbye. Tidak usah diusir-usir," ujarnya. Bambang menilai, "ancaman" ini bertentangan dengan semangat koalisi, yaitu membangun pemerintahan yang bersih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang