JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog sudah mengantongi surat utang atau letter of credit untuk pengadaan beras 2010 sebesar Rp 3 triliun. L/C itu setara untuk pembelian beras 600.000 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Minggu (21/2/2010) di Jakarta mengungkapkan, dengan keluarnya L/C Bulog sudah bisa memulai pengadaan beras tahun ini sebanyak 3,2 juta ton setara beras.
Dalam pengadaan beras kali ini, Bulog akan mengutamakan kualitas beras yang akan dibelinya. "Volume memang penting tetapi kualitas tetap menjadi prioritas. Tanpa mengutamakan kualitas pengadaan beras, raskin kualitasnya bisa buruk," katanya.
Saat ini, L/C senilai Rp 3 triliun sudah diberikan ke daerah-daerah agar Bulog di daerah yang panen padi sudah bisa langsung membeli beras sebagai stok nasional. Terkait L/C selama ini Bulog bekerja sama dengan BRI, Bank Mandiri, dan Bank Bukopin dalam akses permodalan.
Mulai pengadaan tahun ini Bulog menerapkan sanksi keras bagi pegawainya yang bermain-main dalam menerima kualitas beras. Pengawasan internal ditingkatkan. Begitu pula penghargaan diberikan kepada staf yang berprestasi, mampu mencapai target pengadaan dengan kualitas yang bagus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang