JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak SMA Negeri 8 Jakarta masih menunggu realisasi dari rencana Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk merelokasi sekolah ke Rasuna Epicentrum. Sampai saat ini pihak sekolah belum memeroleh kabar relokasi itu.
Kepala SMAN 8 Nanang Gunadi mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menerima kabar relokasi dari Dinas Pendidikan. Hal itu dikatakan Nanang saat ditemui Kompas.com di SMA 8 Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Sekolah masih menunggu relokasinya dengan harap-harap cemas, belum ada kabar apa-apa untuk pihak sekolah. Artinya, begitu banjir muncul, beritanya selalu begitu," kata Nanang.
Mengenai lokasi relokasi yang rencananya akan pindah ke Rasuna Epicentrum yang dikelola PT Bakrie Land Development, pihak sekolah mengaku tak keberatan atas lokasi yang direncanakan itu. "Kami terima saja, yang penting relokasi. Kami, kan, perpanjangan tangan dari dinas dan pemda," kata Nanang.
Dia mengatakan, pihak sekolah telah sejak lama mengajukan permohonan merelokasi sekolah yang sering dilanda banjir itu. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapat respons dari dinas.
"Kami sudah melakukan upaya ke arah sana, surat-surat kita yang ke dinas. Dinas sudah tahu sejak lama, tapi bagaimana responsnya belum tahu, yang penting direlokasi," tuturnya.
Banjir yang sering mampir ke sekolah ini diakui Nanang mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Oleh karena itu, pihak sekolah menyiasatinya dengan menyediakan fasilitas e-learning agar ketika banjir para siswa tetap dapat mengerjakan tugas dan belajar di rumah melalui internet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang