Wah, Perangkat Desa Ingin Rp 1 Miliar Per Tahun

Kompas.com - 22/02/2010, 12:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para perangkat desa yang tergabung dalam Parade Nusantara meminta agar ada aturan perundang-undangan tersendiri yang mengatur tentang desa.

Ketua Parade Nusantara Sudir Santoso mengatakan, lebih dari 50 persen rakyat Indonesia berada di desa. Karena itu, perhatian termasuk dari sisi alokasi anggaran perlu diberikan ke pedesaan.

"Wajar kalau desa punya UU sendiri. Berdasar sensus penduduk tahun 2006, dari 220 juta penduduk, 78 persennya hidup di desa. Kata Presiden, pemerintahan desa bukan lagi pemerintahan paling bawah tapi terdepan," kata Sudir saat bertemu pimpinan DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/2/2010).

Dia mengatakan, dengan banyaknya rakyat yang hidup di desa, sudah sewajarnya juga pembangunan ekonomi desa juga ditingkatkan. Dari sekitar Rp 1.000 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dia mengatakan, 10 persen anggaran dialokasikan untuk pedesaan.

"Satu persen sekitar Rp 104 triliun, kalau dibagi 71.000-an desa, masing-masing bisa mendapat Rp 1 miliar. Uang ini nanti akan masuk ke kas desa. Dengan uang Rp 1 miliar setiap tahun, ekonomi desa akan berkembang sehingga pembangunan bottom up," katanya.

Pada pertemuan dengan Pimpinan DPR, para perangkat desa juga meminta agar UU Desa menjadi prioritas pembahasan DPR. Mereka mempertanyakan pembahasan RUU mengenai Desa yang dimasukkan dalam agenda tahun 2011 dan berada di urutan ke-60.

Ketua DPR Marzuki Alie menjanjikan akan mengawal proses pembahasan RUU mengenai desa dan menampung aspirasi yang disampaikan perangkatnya.

"Alasan yang disampaikan logis dan rasional. Aturan-aturan itu memang harus ada. Pertumbuhan itu harusnya dari desa, bukan dari kota. Kami akan kawal pembahasan RUU-nya," kata Marzuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau