Foto Telanjangnya Beredar, Jenny Cortez Merasa Kecolongan

Kompas.com - 22/02/2010, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bintang film Pemburu Hantu, Jenny Cortez, mengaku shock dan malu serta merasa kecolongan karena foto telanjang dadanya dari shooting film tersebut beredar di dunia maya.

 

 

 

"Awalnya aku tahu dari salah satu wartawan online. Ya, aku kaget begitu lihat foto itu," ungkap Jenny dalam jumpa pers yang digelarnya di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (22/2/2010).

 

 

Jenny mengaku, tidak seperti pada foto yang beredar itu, sebetulnya ia tak telanjang dada sepenuhnya. "Aku kan berpikir waktu terima ini, karena aku jadi Diana, perempuan yang jadi hantu, bukan wanita nakal, dan aku dikasih tahu bakal ada adegan topless, tapi tetap ditutup tiptop (semacam tank top)," jelas Jenny.

 

Menurut Jenny, ia kecolongan dengan beredarnya foto telanjang dadanya tersebut. "Aku shock, karena waktu adegan itu enggak ada satu pun kamera. Kenapa tiba-tiba bisa tersebar foto waktu adegan pakai tiptop," kilahnya.

 

 

Jenny mengaku pula, "Sebenarnya aku pakai kemben, tapi melorot. Tapi, waktu melorot aku enggak tahu sudah ada kamera yang mengambil gambar." Tekannya, "Di situ cuma ada aku dan beberapa kru. Aku lihat sendiri sama sekali enggak ada kamera." 

 

Selain shock, Jenny juga merasa malu. "Dibilang malu sih malu dan keluarga juga kena imbasnya. Foto seseksi apa pun, aku enggak pernah kelihatan payudaraku dua-duanya," ucapnya. 

 

Ke depan, Jenny berharap rumah produksi (PH) film Pemburu Hantu segera memberi kejelasan ihwal beredarnya foto tersebut. "Aku pengin dari pihak PH langsung memberi keterangan tentang yang sudah mengedarkan foto itu, karena fotonya sampai, maaf, payudaraku kelihatan," harap Jenny. 

 

Namun, Jenny tak kapok bermain film dengan adegan semacam itu. "Kalau merasa kapok, ini sudah jadi konsekuensi aku. Jadi, lebih hati-hati aja," ujarnya. (C7-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau