JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah akan mengajukan APBN-P 2010 dalam waktu dekat. Meski akan mengutak-atik sejumlah asumsi, pemerintah memastikan tidak akan menambah porsi utang untuk membiayai defisit APBN-P 2010 yang diperkirakan akan melonjak menjadi 2,2 persen dari sebelumnya dalam APBN 2010 yang hanya 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto.
"Kalau ada tambahan defisit, kemungkinan besar kita enggak akan nambah utang," kata Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, di Kementrian Keuangan, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Menurut Rahmat, kenaikan defisit tersebut akan dibiayai sebagian besar dari sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) APBN 2009 yang mencapai Rp 38,3 triliun. Rahmat mengakui, pemerintah akan mengajukan kenaikan defisit dalam APBN-P 2010.
Kenaikan itu akan dialokasikan untuk stabilitas harga energi dan pangan serta program-program prioritas. Dalam UU 17/2003 keuangan negara, defisit APBN dapat dimaksimalkan mencapai 3 persen.
"Saat ini defisit sementara masih 1,6 persen dan nanti akan difinalisasi dalam APBN-P 2010 kenaikannya berapa. Kita usahakan defisit APBN atau APBD tidak boleh lebih dari 3 persen. Nanti keputusannya di DPR," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang