Tak Ada Label Halal Hambat Potensi Turis

Kompas.com - 22/02/2010, 18:35 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Pencantuman label halal pada produk yang disediakan usaha bidang pariwisata bisa meningkatkan kedatangan turis. Namun, pemanfaatan potensi turis tersebut, terutama dari Timur Tengah, terhambat karena masih banyak produk lokal yang belum mendapatkan label halal.

Direktur PT Savoy Homann Budi Sasongko di Bandung, Senin (22/2/2010), mengatakan, hotel-hotel di Malaysia sudah menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan dengan label halal nyaris pada semua produknya. Faktor itu bisa mendongkrak kunjungan turis ke Malaysia.

Negara tersebut kedatangan sekitar 16 juta turis mancanegara per tahun, sementara Indonesia hanya sekitar 6 juta orang.

Budi mengakui, belum semua kemasan produk yang disediakan Hotel Savoy Homann Bandung terdapat label halal. Ia mendukung penggunaan label halal pada kemasan produk namun proses sertifikasinya diminta tidak dipersulit.

Di Jabar saja, masih banyak usaha yang belum melalui proses sertifikasi halal. Sekitar 1 juta usaha di provinsi itu bergerak di bidang makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan. Namun, baru sekitar 2.000 usaha yang sudah memperoleh sertifikat halal.

Selain label halal, Malaysia lebih banyak dikunjungi turis mancanegara karena memasang iklan di jaringan televisi internasional. Iklan itu ditayangkan beberapa kali dalam sehari saat jam utama. Sementara, Indonesia hanya memasang satu kali, itu pun saat dini hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau