MILAN, KOMPAS.com - Otoritas kompetisi profesional Italia, Lega Calcio, akhirnya menjatuhkan hukuman tiga pertandingan kepada pelatih Inter Milan, Jose Mourinho. Ini berkaitan dengan gerakan tangannya sebagai tanda protes kepada wasit pada saat timnya bermain imbang 0-0 lawan Samdoria, Sabtu (19/2).
Pada pertandingan itu, dua defender Inter, Walter Samuel dan Ivan Cordoba, diberi kartu merah oleh wasit. Karena kecewa kepada keputusan wasit itu, Mourinho menghadap ke kamera kemudian menyilangkan tangannya. Dia memberi tanda seolah-olah diborgol, memberi pesan bahwa Inter memang sengaja dihukum.
Mourinho juga tertawa secara histeris ketika Samuel Eto'o terkena kartu kuning. Penyerang asal Kamerun itu dinilai wasit melakukan diving di kotak penalti Sampdoria.
Hakim olahraga Giampaolo Tosel menjatuhkan hukuman tak boleh mendampingi timnya selama tiga pertandingan. Dia menilai Mourinho menentang ofisial pertandingan dengan gayanya. Mourinho juga dianggap bersalah karena melecehkan wasit beserta asistennya dengan ekspresinya. Selain hukuman, dia juga terkena denda 40.000 euro (sekitar Rp 504,5 juta).
Sementara itu, Walter Samuel tak boleh bermain dalam satu pertandingan karena terkena kartu merah. Sedangkan Sulley Muntari dan Esteban Cambiasso terkena hukuman dua pertandingan. Muntari dianggap menghina wasit saat berjalan keluar untuk diganti. Sedangkan Cambiasso mencoba memukul pemain Sampdoria di lorong menuju ruang ganti usai babak pertama. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang