Makassar, Kompas
Inisiator dan deklarator Nasional Demokrat dari Sulsel, Ilham Arief Siradjuddin, menyatakan, sudah ada 42 guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang menyatakan bergabung dengan Nasional Demokrat.
Guru besar dan akademisi yang menjadi deklarator Nasional Demokrat Sulsel, antara lain, Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Natsir Hamzah, Prof Dr Qasim Mathar MA, Prof Dr Aswanto, Drs Alwi Rachman MA, dan Prof Dr Tahir Kasnawi.
Kepala daerah, politisi, dan birokrat yang turut terlibat menjadi deklarator di tingkat kabupaten/kota di Sulsel, antara lain, Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene Kepulauan Syamsuddin Hamid Batara, dan Bupati Barru Andi Muhammad Rum.
Deklarator lainnya, antara lain, Plt Bupati Toraja Utara YS Dalipang, Wakil Wali Kota Palopo Masri Bandaso, Bupati Luwu Andi Muzakkar, Wakil Bupati Luwu Timur Saldy Mansyur, Ketua DPRD Soppeng A Kaswadi Razak, Ketua DPRD Bone Ambo Dalle, Wakil Bupati Sinjai Massalinri Latif, Wakil Bupati Bulukumba Padasi, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar, dan Wakil Bupati Selayar Nursyamsina Aroeppala.
Dalam keterangan pers seusai deklarasi itu, Surya Paloh menyatakan, Nasional Demokrat didirikan tidak untuk menjadi partai politik. ”Para deklarator di Sulawesi Selatan didominasi oleh akademisi. Dari situ sudah jelas bahwa Nasional Demokrat bukan partai politik. Ini organisasi lintas profesi, lintas parpol. Kalau ada konvensi masyarakat yang menginginkannya menjadi partai politik, itu nanti,” kata Paloh.