Cathy Sharon Rela Tak Nyaman demi Nasi Merah

Kompas.com - 23/02/2010, 07:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Demi mendapatkan nasi merah, Cathy Sharon (28) lebih senang makan di kantin karyawan di lokasi parkir mobil lantai ruang bawah tanah Pondok Indah Mal, Jakarta. Meskipun tak senyaman dan tak sesejuk tempat makan di dalam mal, setiap pekan Cathy pasti mampir makan nasi merah di kantin itu sebelum atau setelah nge-gym di mal itu.

”Aku emang doyan nasi merah. Kata pelatih pribadiku, ada satu warung aja di kantin itu yang jual nasi beras merah,” kata Cathy, yang ditemui seusai penyerahan penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) kepada Heavenly Blush (HB) Yoghurt Bar di Pondok Indah Mal (PIM), Minggu (21/2/2010).

Selain nasi beras merah, Cathy ternyata juga doyan dengan yoghurt sejak kecil. Karena itu, dia lalu didaulat menjadi ikon HB. ”Sejak kecil doyan. Dulu, sih, minumnya yoghurt home made. Sehari bisa dua mangkuk, lho. Belum ada frozen yoghurt seperti sekarang,” kata Cathy yang setiap malam ngemil yoghurt sebelum tidur.

Bagi Cathy, mengonsumsi yoghurt dan es krim jauh berbeda rasanya. Sebanyak apa pun yoghurt yang diminum, kata Cathy, tidak akan membuat merasa bersalah memikirkan berapa kalori yang sudah dikonsumsi. ”Setelah minum yoghurt berasa beda aja. Lebih enak aja di perut dan lancar urusan ’belakang’,” kata Cathy sambil tertawa. (LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau